HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal bersama PT BPR BKK Kendal (Perseroda) menggelar Literasi dan Inklusi Keuangan yang menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (26/6/2024).
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan OJK Jawa Tengah dan DIY, Tias Retnani dalam pemaparannya menyampaikan, inklusi keuangan merupakan ketersediaan akses akan berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan formal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu menurutnya, telah menjadi perhatian global, negara-negara berupaya untuk dapat melaksanakan inklusi keuangan sebagai bagian dari program atau kebijakan nasionalnya.
Tias menjabarkan, bank berbasis digital, asuransi berbasis digital, dan berbagai macam e-payment mulai bermunculan. Selain itu, financial technology (fintech) semakin berkembang, muncul fenomena ekonomi berbasis peer-to-peer hingga business-to-business.
“Kecepatan perkembangan inovasi keuangan digital harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat, sehingga masyarakat memanfaatkan teknologi bukan sebaliknya dan berpotensi terkena risiko-risiko kerugian keuangan,” jelasnya.
Tias menyebut, akses keuangan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi terutama di daerah. “Produk dan layanan jasa keuangan dan investasi dapat membantu masyarakat khususnya pelaku UMKM meningkatkan pendapatan, mengakumulasi kekayaan dan mengelola risiko sebagai upaya untuk keluar dari kemiskinan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya mengatakan, upaya percepatan akses keuangan di daerah, diperlukan koordinasi dan sinergi antara Pemerintah dengan segenap stakeholder.
“Komitmen saling mendukung untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, melakukan pemetaan dan validasi kelompok penerima manfaat berdasarkan kemampuan
ekonomi. Baik wargamiskin, pelaku usaha mikro, menengah, besar. Sehingga UMKM dimudahkan untuk mengakses layanan keuangan,” ujar Bupati.
Kemudian, diharapkan dapat mengembangkan inovasi program, mengedukasi dan memfasilitasi akses lembaga keuangan daerah, dengan menumbuhkan start up wirausaha baru, kartu tani, kartu nelayan dan lain-lain.
“Selanjutnya membangun sinergi dengan program penyaluran bantuan ke kelompok penerima manfaat, seperti program PKH, bantuan langsung non tunai, dan jenis bantuan lainnya,” beber Bupati.
Ditambahkan, pendidikan merupakan salah satu penentu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain pendapatan dan kesehatan. Capaian IPM Kabupaten Kendal tahun 2023 di angka 73,86.
“Untuk meningkatkan IPM, sektor pendidikan dapat giat menyelenggarakan literasi keuangan bagi peserta didik juga bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memfasilitasi kegiatan menabung di sekolah,” imbuh Bupati.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait inklusi keuangan oleh nara sumber dengan moderator Ketua Kadin Kendal, Fransisca Tjokro Handoko, kepada 250 pelajar SMA dan 100 mahasiswa di Kendal.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama BPR BKK Kendal (Perseroda), Ahmad Mundolin mengatakan, salah satu bentuk kepedulian kepada para pelajar di Kendal, pihaknya membagikan 250 tabungan pelajar dari OJK masing-masing siswa mendapatkan tabungan sebesar Rp 50.000 dan 100 Tabungan Masyarakat Desa (TAMADES) dari PT. BPR BKK Kendal (Perseroda), juga masing-masing sebesar Rp 50.000.
Dikatakan, simpanan tersebut merupakan salah satu program inklusi keuangan yang bertujuan mendorong budaya menabung bagi para pelajar dan mahasiswa.
“Semoga para pelajar di Kabupaten Kendal saat ini dapat menjadi penggerak kemajuan bangsa di masa depan dengan tekun belajar dan memiliki kemampuan mengelola keuangan sejak dini,” ungkap Mundolin.(HS)