HALO KENDAL – Kemensos akan memberikan bantuan stimulan modal usaha bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang ingin mandiri. Bantuan modal itu melalui program Pena (pahlawan ekonomi nusantara).
Hal itu disampaikan Anang Mega Cahyo, Koordinator Regional Wilayah Jawa Tengah pada acara Gathering SDM PKH Kendal di wisata BTS Sambongsari, Weleri, Selasa (28/5/2024).
Dijelaskan, ada dua program Pena, yakni pena reguler mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 5 juta, dan pena berdikari mendapatkan bantuan modal Rp 2,4 juta, serta pendampingan dan pelatihan.
Anang menyebut, ditargetkan dalam waktu lima tahun para PKH sudah bisa mandiri. Kemudian pada tahun keenam akan dilakukan penilaian kembali terhadap kelayakan sebagai penerima bantuan sosial (bansos).
“Jika masih layak menerima, maka akan dilanjutkan selama tiga tahun sebagai penerima PKH. Namun jika tidak layak, maka harus digraduasi atau tidak lagi menerima bansos PKH,” jelasnya.
Anang juga menegaskan, kepada para pendamping PKH, diberikan tugas untuk penguatan pemberdayaan ekonomi penerima PKH.
“Dalam hal ini, pendamping harus melakukan identifikasi sumber daya dan potensi dari penerima PKH. Dari hasil identifikasi itu, maka bisa mengetahui jalan keluar untuk mandiri dan berdaya,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Kendal, Muntoha mengatakan, hingga bulan April 2024, jumlah penerima PKH di Kabupaten Kendal sebanyak 44.000 lebih.
Menurutnya, setiap tahun selalu terjadi graduasi atau lepas dari program PKH, dalam arti peserta PKH sudah bisa mandiri.
“Graduasi dari penerima PKH ada yang secara sukarela, karena merasa sudah bisa mandiri. Selain itu ada graduasi lewat lembaga desa yang diputuskan saat musrenbang desa,” ujar Muntoha. (HS-06)