in

Pasrah tapi Pantang Menyerah

HALO SPORT – Honda masih belum menemukan racikan motor yang kompetitif hingga saat ini.
Johann Zarco (33) merasa ada masalah yang lebih besar pada motor Honda.

Pabrikan asal Jepang itu terus mencoba membuat inovasi, tapi belum ada yang benar-benar berhasil.

Meski demikian, Zarco tetap bersyukur bisa finis di posisi ke-12 pada MotoGP Prancis di Le Mans, 12 Mei lalu.

’’Target pertama adalah menyelesaikan balapan dan kemudian mendapatkan poin,’’ kata Zarco seperti dilansir dari Speedweek.

Pembalap asal Prancis ini memahami motor Honda belum bisa tampil kompetitif.

Mantan rider Prima Pramac Racing Ducati itu hanya bisa pasrah, tapi pantang menyerah.

Johann berharap ada hasil bagus pada tes privat di Mugello.

Menurut dia, Honda memiliki masalah yang lebih besar pada motornya.

’’Ada masalah yang lebih besar, seperti dari dasar motor, jantung motor. DNA motornya harus berubah untuk memberi kami napas kedua,’’ tandasnya.

Dalam perolehan poin sejauh ini, Joan Mir menjadi pembalap terbaik Honda dengan mengemas 12 angka.

Zarco mengoleksi 9 poin, sedangkan Takaaki Nakagami mengumpulkan 6 angka.

Ironisnya, Luca Marini sama sekali belum mendapatkan poin.

Adik tiri Valentino Rossi itu benar-benar tak berdaya dengan motornya yang lembek di lintasan.

Marini dikontrak Repsol Honda selama dua tahun.
Musim lalu dia membela skuad VR46 Racing Ducati.

Honda bahkan masih berada di bawah Yamaha.
Musim ini dua tim Jepang itu gagal mengimbangi konsistensi pabrikan dari Eropa. (HS-06)

Bawaslu Gelar Seleksi untuk Pengisian Panwascam di 576 Kecamatan di Jawa Tengah

Bus Sekolah Akan Disiapkan Menyeluruh di Jalur-jalur Utama Kebumen