in

Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Bentuk Ratusan Kader Keamanan Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, saat diwawancarai awak media, Jumat (3/5/2024).

HALO SEMARANG – Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang membentuk sebanyak 531 orang menjadi kader keamanan pangan. Ratusan kader ketahanan pangan ini dibentuk dari 3 orang dari setiap kelurahan, dari sebanyak 177 kelurahan se- Kota Semarang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih menjelaskan, bahwa sebanyak 531 kader yang dibentuk Dinas Ketahanan Pangan ini nantinya bisa menjaga keamanan pangan di Kota Semarang.

Sebab, banyak makanan yang beredar di masyarakat yang dijajakan oleh pedagang keliling, UMKM, kantin sekolah, dan pasar tradisional maupun pasar modern, serta pusat oleh-oleh yang mengandung beberapa zat berbahaya seperti borax, formalin, pestisida, pewarna tekstil dan mikro biologis, yang tidak bisa diurai tubuh manusia. Sehingga menyebabkan penyakit seperti kanker, hipertensi, dan diabetes.

“Seperti jenis penyakit yang akhir-akhir ini sering dijumpai pasien di rumah sakit, contohnya kanker yang disebabkan salah satunya dari asupan makanan, yang tidak sehat,” jelasnya, Jumat (3/5/2024).

Kader katahanan pangan ini, kata Endang, nantinya juga bisa diterjunkan untuk mengawasi dan memonitoring makanan ke pasar tradisional, kantin sekolah- sekolah, maupun para produsen makanan/UMKM.

“Mereka juga bisa meminta data dari pihak kecamatan, dan kelurahan untuk mendatangi produsen makanan di wilayahnya, untuk mengawasi produksi makanan sesuai dengan standar yang ditentukan minimal bebas dari bahan berbahaya,” katanya.

“Kader juga akan dimintai tolong untuk mengambil sampel -sampel tentang keamanan pangannya. Untuk nanti dicek di laboratorium apakah sesuai dengan standar keamanan pangan dan patuh dengan ketentuan, kalau masih mengandung zat berbahaya di dalamnya nanti akan dibina, dan dibina lagi sampai produsen berprilaku baik dan menjaga keamanan pangan yang diproduksi,” imbuhnya.

Hasil dari pengawasan makanan, kemudian, hasilnya disampaikan ke masyarakat agar secara massif tersampaikan ke masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Selanjutnya untuk memonitor jika ada gejolak harga kebutuhan bahan pangan di pasaran, agar harga sembako di kota Semarang terjadi kestabilan harga. Lalu, mengedukasi sebagai agen perubahan masyarakat, agar bisa sekaligus mengkampanyekan gerakan konsumsi pangan, yakni Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA),” ujarnya.

Ditambahkan Endang, para kader tersebut sebelumnya telah dibekali bimbingan teknis, yang diisi narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, BPOM, Dinkes Kota Semarang, yang bertempat di Aula Loka Krida Gedung Moch Ichsan, Balaikota Semarang, Kamis (2/5) lalu.

Dinas Ketahan Pangan Provinsi memberikan sosialisasi terkait makanan sehat yang beredar di masyarakat, BPOM mengawasi proses pembuatan makanan dari hulu sampai hilir. Kemudian, Dinkes menyampaikan kesehatan masyarakat atau trend penyakit saat ini ditimbulkan dari makanan tidak sehat,” pungkasnya. (HS-06)

Mulai 1 Mei, KAI Daop 4 Semarang Berikan Tarif Khusus untuk KA dan Relasi Tertentu

Antisipasi NPL Tinggi, BPR BKK se-Jateng Diminta Hati-Hati Putuskan Target Kinerja