HALO SEMARANG – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, meminta semua pihak lebih proaktif dan bersinergi menekan angka kasus stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis.
Hal itu disampaikan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, ketika membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting tahun 2024.
“Keluarga juga harus pro aktif untuk mendapatkan akses layanan kesehatan, seperti pemeriksaan ibu hamil secara rutin, imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang anak-anak secara berkala,” kata Ma’ruf Amin, di Jakarta, baru-baru ini seperti dirilis kemenag.go.id.
KH Ma’ruf Amin juga menekankan agar jajaran Pemerintah Pusat dan daerah bersinergi untuk memastikan layanan kualitas kesehatan yang semakin baik terus tersedia bagi keluarga di Indonesia.
Rakernas Bangga Kencana yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini, mengusung tema Optimalisasi Bonus Demografi dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045. Helat ini diikuti 3.317 peserta, antara lain dari mitra kementerian/lembaga (K/L), mitra kerja terkait, mitra kerja internasional, dan organisasi profesi.
Untuk diketahui, Rakernas Bangga Kencana diselenggarakan secara luring di ruang BKKBN, Gedung Halim 1, jl Permata No 1 Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Pembukaan Rakernas juga diikuti secara daring dan disiarkan melalui channel Youtube.
Tampak hadir para menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, dan para undangan lainnya.
Hadir juga sebagai pembicara Prof dr Fasli Jalal SpGK PhD (Rektor Universitas YARSI); Prof Sri Moertiningsih Adioetomo (Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia); Prof Dr dr Abdul Razak Thaha MSc SpGK (Guru Besar FKM Universitas Muhammadiyah Jakarta); Dr Ir Suprayoga Hadi MSP (Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden).
Rakernas ini juga diisi dengan Launching SIDAK Stunting 2024 & Kick Off Verval Keluarga Risiko Stunting (KRS) 2024, serta Penyerahan Sertifikat Hasil Penilaian Kematangan siber berbasis Cyber Security Maturity (CSM) dari BSSN untuk BKKBN. (HS-08)