HALO GROBOGAN – Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian RI, Prihasto Setyanto menekankan pentingnya pemenuhan stok pangan, agar tidak masuk ke dalam kondisi darurat.
Hal itu disampaikan Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian RI, ketika melakukan kunjungan kerja di Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, baru-baru ini.
Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka meninjau lokasi Perluasan Areal Tanam (PAT) di Desa Karangharjo, sebagai bagian dari upaya percepatan tanam, guna mengantisipasi darurat pangan di Kabupaten Grobogan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang diterima Bupati Grobogan, Sri Sumarni, juga memeriksa sistem pompanisasi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Sekjen Kementen juga melakukan tatap muka dan dialog bersama anggota kelompok Tani Melati Desa Karangharjo.
Dalam pernyataannya, Prihasto Setyanto memberikan penekanan tentang kondisi darurat pangan, yang dapat terjadi jika target penanaman padi tidak tercapai.
“Minimal 1 juta hektare harus ditanami setiap bulan, untuk menghindari krisis pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor,” kata dia, seperti dirilis setda.grobogan.go.id.
Setyanto juga menjelaskan bahwa fenomena El Niño telah berdampak negatif pada sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Namun, dia memberikan apresiasi terhadap upaya petani di Kabupaten Pati, Blora, dan Grobogan, yang tetap produktif, meskipun mengandalkan air hujan.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Grobogan dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian RI diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mencapai target produksi padi yang berkelanjutan.
Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Grobogan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Dia menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor untuk mendukung pertanian padi lahan tadah hujan.
Sri Sumarni juga menyoroti pentingnya alat-alat pertanian, seperti pompa dan traktor dalam upaya meningkatkan produksi padi di Kabupaten Grobogan.
“Kami berharap adanya kolaborasi antarinstansi dalam mengatasi masalah pupuk agar tidak menghambat petani, yang merupakan ujung tombak dalam swasembada pangan,” ujarnya. (HS-08)