HpĺĺkALO SEMARANG – Polda Jateng mengklaim jika angka kecelakaan lalu lintas saat mudik 2024 di Jawa Tengah mengalami penurunan. Dirlantas Polda Jateng Kombes Sonny Irawan mencatat total ada 506 insiden yang terjadi saat lebaran 2024.
Data ini turun dimana tahun 2023 ada 800 kejadian kecelakaan lalu lintas. “Dengan korban meninggal dunia mengalami penurunan 57 persen. Dari 53 kejadian di tahun 2023 kini menjadi 23,” ujarnya saat jumpa pers terkait kegiatan Operasi Ketupat Candi 2024 yang dilaksanakan mulai tanggal 4 sampai 16 April di Polda Jateng, Jumat (19/4/2024).
Dirlantas mengaku keberhasilan angka penurunan kecelakaan ini tidak serta merta tanpa melalui proses. Pihaknya bersama stakeholder selalu koordinasi terkait pencegahan kecelakaan.
“Jauh sebelum lebaran sudah melakukan koordinasi sehingga pada saat pelaksanaan apa yang direncanakan berjalan dengan baik,” paparnya.
Meskipun mengalami penurunan, namun Sonny mengakui ada kejadian menonjol berupa kecelakaan di KM 370 yang melibatkan bus Rosalia Indah. Dalam kecelakaan bus Rosalia Indah ini, tercatat 8 orang meninggal dunia dan 17 orang luka-luka dengan total 34 penumpang serta dua kru.
Lebih lanjut Dirlantas menuturkan, saat ini pihaknya sudah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan penetapan sopir sebagai tersangka.
“Prosesnya saat ini sudah dilakukan, ada 15 saksi dan tersangka yang sudah kami rilis. Semua terkait kecelakaan sudah kami lakukan pemeriksaan, dari saksi korban, pemilik bus, pengolala jalan tol, termasuk tersangka. Nantinya pengemudi truk akan diancam dengan pasal 310 dengan sanksi di atas 6 tahun penjara. Dalam waktu dekat, berkas perkara akan dilimpahkan ke pihak kejaksaan,” bebernya.
Kemudian Sonny menambahkan jika kecelakaan itu murni disebabkan karena human error atau kesalahan dari pengemudi sendiri.
“Kalau tidak ada sumbangan tersebut, angka kecelakaan mungkin di atas 70 persen penurunannya. Tetapi kejadian laka lantas di 370 murni human error, tambahnya.
Terakhir Sonny mengatakan, jauh sebelum pelaksanaan Operasi pihaknya sebetulnya sudah saling berkoordinasi dengan stakeholder terkait mengenai keselamatan berkendara. Misalnya untuk angkutan berpenumpang dilaksanakan ramp check. Kendaraan yang tidak sesuai akan diblack list tidak boleh berangkat. Lalu juga upaya lain adalah pemberlakukan sumbu tiga.
Tidak hanya itu polisi juga tidak berhenti memberi imbauan keselamatan berlalu lintas. Seperti untuk mengecek kendaraan sebelum berangkat. Kondisi pengendara atau pengemudi. Kalau capek bawa sopir cadangan, taati peraturan lalu lintas, gunakan rest area dengan semaksimal mungkin.
“Ini selalu kami imbau. Tiap upaya preventif, preentif, sampai represif pun selalu kami lakukan. Alhamdulillah, khusus wilayah Jawa Tengah, secara sistem transportasi bisa dikelola degan baik. Kalau ada kejadian laka lantas di KM 370 itu bukan karena sistem tetapi human error,” imbuhnya.(HS-06l