HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang bakal melakukan terobosan, yaitu meluncurkan program Gerbang Harapan (Gerakan Bersama Orang Tua Asuh untuk Pengembangan Hari Masa Depan). Program ini sebuah cara untuk mengajak masyarakat Kota Semarang yang mampu untuk membantu siswa-siswi yang kurang mampu dan putus sekolah. Diharapkan akan mampu mengurangi jumlah angka putus sekolah sehingga bisa ditekan dan dari sisi angka partisipasi murni bisa meningkat.
“Program ini akan segera kami launching pada tanggal 2 Mei 2024,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramushinto, pada acara Halal bi Halal bersama pegawai, staf, dan pejabat Dinas Pendidikan Kota Semarang pada Rabu (17/4/2024).
“Angka partisipasi sebenarnya sudah sangat tinggi mencapai 97 persen, tapi kami menginginkan mencapai 100 persen,” sambung Bambang.
Bambang juga mengatakan, yang jadi sorotan adalah kemampuan siswa untuk memenuhi kebutuhan penunjang sekolah seperti seragam, buku-buku, alat tulis, dan lainnya.
“Karena mungkin sekolah di negeri Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) tidak bayar, tinggal kebutuhan penunjang tersebut yang perlu diperhatikan. Maka dari itu kami mengajak orang-orang yang mampu seperti pengusaha dan pejabat untuk ikut serta dalam program ini,”katanya.
Bambang menambahkan, program ini bukan hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah negeri saja, namun siswa sekolah swasta juga boleh dibantu.
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan adalah Dinas Pendidikan Kota Semarang akan menyusun data siswa-siswi yang kurang mampu kemudian akan ditawarkan kepada masyarakat.
“Tapi untuk pilotingnya kami akan tawarkan kepada pejabat-pejabat Pemkot Semarang yang sudah eselon sebagai pelopor,” tandasnya.
Sebagai catatan, Dinas Pendidikan tidak meminta atau mengumpulkan dana dari para donator. Dinas hanya mempertemukan siswa dan orang tua asuhnya kemudian bantuan bisa diserahkan langsung secara personal.
“Nanti kami akan siapkan sistem informasinya,” imbuhnya.
Di sistem tersebut akan Dinas akan menayangkan profil siswa yang kurang mampu. Sementara untuk anak-anak yang putus sekolah saat ini sedang disusun datanya.
Pihaknya, kata Bambang, juga sudah konsultasi dengan Walikota Semarang Hevearita G Rahayu dan menyampaikan siap menjadi orang tua asuh. Yang jelas, Bambang menegaskan, pihaknya sudah memulai di lingkungan pegawai dan pejabat Dinas Pendidikan sendiri yang sudah memiliki anak asuh masing-masing. (HS-06)