in

Berharap Situasi Membaik di MotoGP Amerika Serikat

HALO SPORT – Luca Marini, pembalap tim Repsol Honda, mengakui sulitnya menjinakkan motor RC213V.

Adik tiri Valentino Rossi itu gagal bersinar pada MotoGP Qatar dan Portugal.

Marini menjadi satu-satunya pembalap Honda yang belum meraih satu poin pun.

Ada dua pembalap lain yang bernasib sama dengan Luca, yakni Franco Morbidelli (Prima Pramac Racing Ducati) dan Raul Fernandez (Trackhouse Racing Aprilia).

Joan Mir menjadi pembalap yang nasibnya lebih baik di Honda karena memiliki poin terbanyak (7 angka).

’’Joan lebih percaya diri dengan motornya, dan dia lebih memahami bagian depan dan belakang saat memasuki tikungan,’’ ujar Marini seperti dilansir dari Motorsport.

Rider asal Italia ini menilai Mir bisa lebih agresif dan mengambil lebih banyak risiko di tikungan.

Marini hanya berharap situasinya bisa membaik pada balapan seri ketiga, Grand Prix (GP) Amerika Serikat (AS), 12-14 April mendatang.

Dia yakin akan mampu tampil lebih baik di Circuit of the Americas.

’’Kami tak bisa melakukan set-up dan keseimbangan motor satu arah, jadi kami harus pergi ke arah lain. Itu bagian dari proses,’’ jelas Marini.

Dia mengalami masalah di mana-mana dengan motornya, terutama cengkeraman pada bagian belakang.

’’Tak ada satu hal yang khusus. Cengkeraman belakang adalah masalah utama saat ini. Kami perlu waktu untuk menyiapkan suku cadang baru,’’ tegasnya.

Marini optimistis potensi motornya akan lebih keluar pada seri ketiga nanti.

Pada MotoGP 2024, Honda dan Yamaha memang belum mampu bersaing di barisan depan.

Tiga pabrikan Eropa, Ducati, KTM dan Aprilia sejauh ini tampil lebih mantap. (HS-06)

Sebut Si Malaikat Maut sebagai Lawan Berbahaya

Jelang Lebaran, PD Aisyiyah dan PD Muhammadiyah Kendal Gelar Pasar Murah