HALO KENDAL – Angka kemiskinan di Kabupaten Kendal ternyata lebih tinggi daripada angka kemiskinan nasional. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, psaat Pembukaan Musrenbang Kabupaten Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Senin (25/3/2024).
Dijelaskan tingkat kemiskinan di Kabupaten Kendal tahun 2023 sebesar 9,39 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional yang sebesar 9,36 persen.
“Tingkat kemiskinan ini berbanding lurus dengan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kendal tahun 2023 sebesar 5,67 persen. Padahal angka pengangguran nasional sebesar 5,32 persen. Oleh karena itu pengentasan kemiskinan dan pengangguran ini menjadi prioritas utama yang harus segera diselesaikan,” jelas Makmun.
Sementara terpisah, Bupati Kendal dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2023 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kendal mengatakan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kendal menunjukkan ke arah positif setiap tahunnya.
“Di mana pada tahun 2022 angka IPM
mencapai 73,19 dan mengalami peningkatan menjadi 73,86 pada tahun 2023. Capaian perkembangan IPM Kabupaten Kendal ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 73,39,” ujarnya.
Sementara, persentase kemiskinan dapat dilihat dari indikator persentase penduduk miskin, di mana Kendal mengalami trend penurunan setiap tahunnya, yaitu tahun 2022 sebesar 9,48 persen menjadi 9,39 persen di tahun 2023.
“Capaian ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah sebesar 10,77 persen,” tandas Bupati.
Sedangkan jumlah angkatan kerja pada tahun 2023 sebanyak 634.486 orang terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 597.958 orang dan pengangguran sebanyak 36.528 orang.
“Persentase Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Kendal tahun 2023 sebesar 5,76 persen, terjadi penurunan dari tahun 2022 yang sebesar 7,34 persen,” beber Bupati. (HS-06)