in

1.400 Hektare Tanaman Padi di Kendal Terdampak Banjir

HALO KENDAL – Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari di Kabupaten Kendal, mengakibatkan sekitar 1.400 hektare tanaman padi mengalami kerusakan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Petanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, Selasa (19/3/2024).

“Data yang ada di kami, posisi yang masih tergenang itu kurang lebih ada 1.400 hektare, dengan rata-rata umur mendekati panen. Ada yang tiga pekan, dua pekan, atau sepekan jelang panen itu juga ada yang terkena. Ini masih dalam pengamatan kami, kira-kira genangan bertahan berapa lama,” ujarnya.

Pandu memaparkan, jika genangan bertahan lebih dari sepekan tanaman yang siap panen, maka akan menurunkan kualitas hasil.

“Jadi hasilnya nanti, untuk kualitas setelah menjadi beras itu daya simpannya sangat rendah. Kalau hasil panen biasa beras bisa sampai satu tahun dengan kadar air 14 sampai 15 persen, tapi dengan kondisi seperti ini paling lama hanya bertahan empat sampai lima bulan. Yaitu kondisi beras dimasak berwarna kehitaman,” bebernya.

Pandu menyebut, sawah yang terdampak banjir banyak terjadi di wilayah Kecamatan Kendal, Patebon dan Brangsong, serta wilayah Kendal bawah lainnya.

“Ya rata-rata Kendal bawah yang tergenang, karena curah hujan luar biasa kemarin-kemarin. Dan kami masih melakukan pengamatan dan pendataan, kira-kira ada berapa yang mengalami poso atau gagal panen,” jelasnya.

“Setelah pendataan itu kita juga upayakan untuk mencarikan bantuan, entah benih padinya, atau dapat subsidi apa. Bisa juga kalau ada nanti kita mintakan bantuan pengganti poso, entah biaya pupuknya, entah pembelian benih dan lain-lain. Yang jelas kita usahakan,” imbuh Pandu. (HS-06)

 

Konsumen di Kendal Mengaku Sulit Mendapatkan Gas Elpiji 3 Kilogram

Bank Jateng Gandeng Pemprov Jateng Gelar Mudik Asyik 2024