HALO SEMARANG – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok, selama Ramadhan hingga Idul Fitri tetap lancar dan harga terjaga.
Hal itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Whisnu Andiko, seperti dirilis humas.polri.go.id, Sabtu (16/3/2024)
Trunoyudo menegaskan komitmen Polri untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar dan harga terjaga.
Kolaborasi dengan Korlantas Polri dipertegas untuk memastikan kelancaran kendaraan yang mengangkut komoditas pangan dari sentra produksi hingga sampai ke pasar dan masyarakat.
Menurut Trunoyudo, permintaan bahan pokok seperti beras, telur ayam, dan minyak goreng meningkat selama Bulan Ramadhan. Namun, Polri melalui Satgas Pangan memastikan pasokan tersebut terpenuhi dengan baik.
“Pihak distributor telah menyuplai bahan pokok ke toko-toko untuk pemenuhan kebutuhan beberapa minggu ke depan,” kata Trunoyudo.
Sementara itu, harga beberapa bahan pokok di daerah cenderung stabil. Meskipun terjadi kenaikan, seperti telur ayam seharga Rp32 ribu per kilogram dan cabai rawit merah, namun tidak signifikan.
Pemerintah daerah juga aktif melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok di wilayah masing-masing menjelang Bulan Ramadhan.
Dengan demikian, upaya Polri dan kerjasama lintas sektoral memberikan keyakinan bahwa masyarakat akan tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan mudah dan harga terjangkau selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Ganguan Keamanan
Selain ketersediaan bahan pokok, Polri juga mencatat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pada rentang waktu 13 Maret sampai 14 Maret, mengalami penurunan 6,64 persen.
“Gangguan kamtibmas per tanggal 14 Maret 2024 secara umum mengalami penurunan sebanyak 119 kasus atau 6,64 persen,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Whisnu Andiko, seperti dirilis humas.polri.go.id
Trunoyudo menjelaskan bahwa pada Kamis, 14 Maret 2024, terdapat 1.673 kejadian gangguan kamtibmas. Sedangkan pada Rabu, 13 Maret 2024, terdapat 1.792 kejadian.
Menurut Jenderal bintang satu ini, terdapat lima jenis kejahatan yang mencatat jumlah tertinggi.
Beberapa adalah pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 169 kasus, narkotika sebanyak 113 kasus, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 47 kasus, perjudian sebanyak 10 kasus, dan pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 11 kasus.
Selain itu, terjadi juga 282 kejadian laka lantas pada Kamis, 14 Maret 2024, yang merupakan penurunan dari 308 kejadian pada Rabu, 13 Maret 2024, sebanyak 26 kejadian atau 8,44 persen.
“Meski terjadi penurunan, kecelakaan lalu lintas pada Kamis, 14 Maret 2024, menyebabkan 25 orang meninggal dunia. Ada juga 30 korban luka berat dan 262 luka ringan, dengan kerugian materil sekitar Rp 609.477.000,” tambahnya. (HS-08)