in

Warga Berharap Wahana Hiburan di Pasar Dugderan Tahun Depan Diadakan

HALO SEMARANG – Tradisi Pasar Dugderan menyambut bulan Ramadan, dimanfaatkan masyarakat untuk mencari berbagai kuliner khas hingga mainan tradisional. Sebab, moment pasar Dugderan hanya bisa ditemukan warga Semarang satu tahun sekali di Pasar Johar untuk menikmati berbagai hiburan maupun wahana yang selalu hadir ikut meramaikan saat pasar Dugderan.

Salah satu warga, Ani (42), berharap tahun depan pasar Dugderan tradisi menyambut bulan Ramadan bisa lebih ramai. Dirinya mengaku tanpa adanya wahana hiburan yang sudah familiar ada di setiap tahunannya menjadi kurang meriah. Karena itu minta untuk diadakan kembali.

“Kayaknya kurang seru aja, kalau tanpa wahana seperti bianglala, komedi putar dan lainnya. Kalau bisa tahun depan diadakan supaya acara pesta tahunan rakyat di Semarang jadi makin meriah,” ujarnya, Jumat (8/3/2024).

Dirinya mengaku, tiap tahun rutin datang ke pasar Dugderan, karena membeli gerabah untuk anaknya dan sekaligus ponakan yang berada di luar kota.

“Mesti tiap tahun datang ke sini, dan beli mainan untuk anak aneka gerabah, piring, ceret, wajan, dan dijadikan oleh-oleh saat mudik untuk ponakan yang ada di Purwokerto,” imbuhnya.

Menurutnya, moment Dugderan yang hanya setahun sekali diadakan ini membuat masyarakat ingin kembali bernostalgia mengingat saat masa lalu.

“Dulu masih kecil, sering diajak orangtua ke pasar malam Dugderan. Ya, beli mainan dan terus main wahana yang ada seneng sekali,” pungkasnya.

Salah satu pedagang mainan, Agus mengaku, sejak berjualan di tradisi Dugderan di Pasar Johar Semarang yang selama sepekan lebih sejak 28 Februari 2024 lalu, memang belum memperoleh hasil yang menggembirakan.

Meski demikian, mereka sudah bisa mengantongi sedikit keuntungan dari hasil penjualannya setiap harinya.

“Tahun ini penjualannya kurang, tapi cukup karena ada keuntungan yang rata-rata pendapatan Rp 300- Rp 400 ribu perhari. Dibandingkan tahun lalu, pelanggan yang datang kemarin cenderung sepi, mungkin karena kondisi ekonomi saat ini sedang lemah jadi membuat daya beli masyarakat belum bagus,” ujarnya, saat ditemui di lapaknya yang menjual aneka mainan di Pasar Johar.

Pedagang asal Jepara ini menjelaskan, meski pendapatannya tidak menentu dan bervariasi tiap harinya, dirinya masih bisa mengantongi keuntungan dari penjualannya saat momen tahunan Tradisi Dugderan ini.

“Pendapatan per harinya kadang naik dan turun, kadang kalau ramai dapat uang sampai Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta,” katanya.

Aneka mainan yang dijajakan, lanjut Agus, seperti gerabah, topeng, celengan dan kapal-kapalan.

“Mainan gerabah dijual Rp 25 ribu, per 10 bijinya. Lalu celengan, topeng mulai Rp 20-50 ribu tergantung ukuran dan bentuknya,” kata pedagang yang berjualan sampai wilayah Jawa Timur ini. (HS-06)

 

 

Perkuat Program Kerja, PD Muhammadiyah Gelar Konsolidasi Organisasi Bersama PCM Se-Kendal

Bersama IFish, Pemkab Cilacap Dorong Sinergi Pengelolaan Perikanan Darat