in

Pembagian Lapak Jualan Pasar Weleri, Ada yang Senang dan Ada yang Kecewa

Para pedagang mengikuti undian lapak atau lokasi jualan di Pasar Weleri, yang dilaksanakan di Pasar Relokasi Terminal Bahurekso Kendal, Senin (4/3/2024).

HALO KENDAL – Para pedagang Pasar Weleri, Kabupaten Kendal telah mengikuti prosedur pembagian dan penempatan hingga melakukan daftar ulang, kemudian dilakukan undian lapak atau lokasi jualan di Pasar Weleri yang dilaksanakan 27 Februari – 4 Maret 2024 di Pasar Relokasi Terminal Bahurekso Kendal.

Mengetahui pembagian dan penempatan, ada pedagang yang merasa senang dan juga ada yang mengaku kecewa. Yang kecewa, tentunya karena tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Seperti diungkapkan salah satu pedagang Pasar Weleri, Dewi yang mengaku kecewa atas hasil undian. Karena dari dua los yang sebelumnya dia miliki di Pasar Weleri yang terbakar, kini hanya mendapatkan satu lapak atau los saja.

“Tadinya los saya ada dua, terus ikut terbakar. Tapi sekarang hanya dapat satu los saja. Ya mau bagaimana lagi karena satu nama cuma satu dapatnya,” ungkapnya dengan raut kecewa, Senin (4/3/2024).

Lain halnya diungkapkan pedagang Pasar Weleri lainnya, Heru Ardiansyah yang mengaku senang, setelah mengikuti prosedur yang ditetapkan dirinya mendapatkan jatah lokasi jualan di lantai satu. “Ya saya dapat jatah satu kios di lantai satu. Karena memang dulunya saya jualan di kios depan di lantai satu,” ujarnya.

Dalam proses pembagian lapak itu, para pedagang terlihat berkerumun untuk mencari informasi terkait penempatan lapak baru. Beberapa di antara mereka terlihat mencermati nomor-nomor lapak serta denah lapak yang tertera di papan informasi. Meski ada beberapa yang kecewa, namun para pedagang belum menentukjan sikap atas hasil undian tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, hingga saat ini tidak ada gejolak akibat belum meratanya pembagian lapak di Pasar Weleri tahap 1 tersebut. Meski begitu, pihaknya mengakui banyak usulan dan masukan dari pedagang terkait pembagian lapak atau lokasi jualan Pasar Weleri.

“Karena realita yang ada, yaitu tadinya ada 1.800 pedagang tapi sekarang lapak yang tersedia hanya untuk 800 pedagang. Jadi pastilah teman-teman (pedagang) inginnya masuk semua, tetapi kan tidak mungkin,” ungkap Toni.(HS)

Polrestabes Semarang Beri Kenaikan Pangkat Bagi Personel yang Gugur saat Bertugas Kawal Pemilu

Pohon Jengkol Besar Tumbang, Jalan Raya Kaliwungu – Boja Sempat Macet