in

Ratusan Personel Polres Sukoharjo Diterjunkan dalam Pengamanan Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat Kabupaten

 

HALO SUKOHARJO – Polres Sukoharjo menyiagakan ratusan personel, untuk mengamankan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2024 tingkat KPU Kabupaten Sukoharjo, 29 Februari 2024 hingga 1 Maret 2024.

Kasubsi Penmas Bripka Eka Prasetia, Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit mengatakan bahwa Polres Sukoharjo akan berusaha secara maksimal dalam melaksanakan pengamanan rekapitulasi di tingkat KPU Kabupaten Sukoharjo untuk menjaga stabilitas kamtibmas.

“Sekitar 200 personel kita terjunkan dalam pengamanan kali ini. Kita harapkan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar,” kata dia, seperti dirilis laman Humas Polri, humas.polri.go.id.

Dengan pengamanan secara maksimal yang dilakukan Polres Sukoharjo, pihaknya berharap kegiatan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 tingkat Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan aman dan lancar.

Kasubsi Penmas juga mengharapkan kepada petugas pengamanan untuk melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

Sebelumnya, selama dua hari, KPU Sukoharjo menggelar rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten, di Hotel Brother, Solo Baru.

Pada hari pertama kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkompinda, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan sejumlah saksi dari partai politik parpol.

Ketua KPU Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo mengatakan rekapitulasi sesuai dengan abjad kecamatan.

Hal itu sesuai permintaan dari parpol, yakni dari kecamatan Baki, Bendosari, dan seterusnya hingga 12 kecamatan.

Syahbani mengungkapkan proses rekapitulasi masing-masing kecamatan ditargetkan selesai sekitar 1 hingga 2 jam.

“Sejauh ini rekapitulasi berjalan lancar, meski di awal, pihak parpol sempat menanyakan urutan pembacaan termasuk mekanisme interupsi. Mereka juga sempat mempertanyakan pembatasan saksi yang masuk ke dalam ruangan rapat pleno,” ujarnya.

Ketua KPU Sukoharjo itu juga memastikan pembatasan saksi dilakukan lantaran ruangan yang tak memungkinkan menampung seluruh saksi.

Menurut dia, rapat pleno dilakukan secara terbuka dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube dan akun media sosial KPU Sukoharjo.

“Harapannya bisa menghasilkan hasil rekapitulasi yang dipercaya masyarakat, diakui parpol, dan diterima semua pihak,” katanya.  (HS-08)

Tak Hanya Jadi Lokasi IKN, Kaltim Punya Sederet Festival Budaya Unggulan, 3 Masuk KEN 2024

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (2/3/2024)