HALO KENDAL – Sejumlah warga yang tidak terima dengan proses pemungutan suara mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) X di salah satu kelurahan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal. Mereka memprotes dan menuntut kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) supaya dilaksanakan pencoblosan ulang.
“Ada keperluan apa pak?,” tanya petugas KPPS yang sedang bertugas di TPS X, di salah satu kelurahan.
Warga menuduh telah terjadi indikasi kecurangan dalam proses pemungutan suara di TPS tersebut. Petugas TPS pun bersiap untuk menghadapi aksi protes, dengan dibantu pihak keamanan dari TNI-Polri.
“Ini ada surat suara yang sudah tercoblos, itu bagaimana? Nggak sesuai ini,” kata salah satu warga dengan nada tinggi memprotes petugas KPPS.
Kemudian petugas dari kepolisian yang berada di TPS memberikan pengertian kepada warga yang protes tersebut. Bahkan pihakmya juga berjanji akan menjembatani aksi protes yang dilayangkan warga.
“Oh ya pak kami dari pihak kepolisian, mengimbau kepada bapak-bapak untuk tetap tenang dan berfikir jernih. Nanti akan kita cek kembali dan kami jembatani untuk dikoordinasikan dengan KPPS ataupun pihak yang berwenang,” kata petugas dari Polres Kendal meredam amarah warga.
Namun satu persatu warga lainnya juga ikut mendatangi TPS X dan melakukan protes yang sama, yaitu dilakukan pencoblosan ulang.
“Ini harus cepat pak, karena pukul 13.00 WIB TPS sudah ditutup. Kami mau cepat pak,” teriak salah satu warga kepada petugas.
Pihak kepolisian pun berusaha meredam amarah warga yang sudah mendatangi TPS untuk memprotes pelaksanaan Pemilu.
“Panjenengan semua kami persilahkan untuk kembali, nanti kami jembatani dan kita koordinasikan, sehingga permasalahan ini terselesaikan dengan baik,” ujar petugas dari Polres Kendal, kembali mencoba meredam amarah warga.
Namun warga nampak tidak puas dengan jawaban tersebut, dan bersikukuh untuk dilakukan pencoblosan ulang. Bahkan mereka mendatangkan massa yang lebih besar.
Kemudian pihak kepolisian mendatangkan tim pengendalian massa (Dalmas) awal untuk mengamankan TPS X dari aksi protes massa. Beberapa saat setelah itu tim Dalmas Awal tiba di lokasi dan langsung melakukan pengamanan dengan membentangkan tali Dalmas untuk menghalau massa yang terus mendesak dan memprotes proses pemungutan suara.
Massa yang mendatangi TPS X semakin tak terkendali. Mereka berusaha merusak TPS X. Bahkan terlihat ada beberapa warga yang membawa batu turut mendekati lokasi TPS.
Untuk mengatasi tersebut, datanglah tim kompi penanggulangan huru-hara (PHH) gabungan dari TNI maupun Polri. Sesuai instruksi PHH gabungan tersebut, dan melihat ekskalasi situasi di lapangan semakin meningkat, gabungan kompi PHH dengan formasi bersap, maju untuk menghalau massa yang mulai anarkis.
Satu-persatu, tampak warga yang dianggap sebagai provokator diamankan. Akhirnya dengan kekuatan penuh, dari TNI-Polri massa pun akhirnya berhasil dipukul mundur dan kemudian membubarkan diri, dan kondisi TPS X di salah satu kelurahan di Kendal dalam kondisi aman.
Hal tersebut bagian dari simulasi yang dilaksanakan gabungan antara pihak Kodim 0715/Kendal bersama Polres Kendal, usai pelaksanaan Apel Pergeseran Pasukan Operasi Mantab Brata dalam rangka Pengamanan TPS, yang dilaksanakan di Alun-alun Kendal, Selasa (13/2/2023).
Kegiatan simulasi disaksikan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, didampingi Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Misael Marthen Jenry Polii, Kapolres Kendal, AKBP Feria Kurniawan, beserta jajaran Forkopimda Kendal, juga Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, serta dari Bawaslu Kendal dan perwakilan Partai Politik.
Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Jenry mengatakan, kegiatan simulasi gabungan TNI-Polri sebagai langkah persiapan untuk pengamanan pelaksanaan Pemilu yang akan digelar besok Rabu (14/2/2024). Pihaknya mengerahkan 102 personel dalam kegiatan tersebut.
Hal itu dilakukan, supaya situasi dan kondisi saat pelaksaan Pemilu berjalan dengan kondusif aman dan lancar. Selain itu masyarakat juga merasa tenang saat menyalurkan aspirasinya dalam Pemilu.
Sementara itu, Kapolres Kendal, AKBP Feria Kurniawan menambahkan, dalam kegiatan Apel Pergeseran Pasukan, pihaknya mengerahkan 496 dengan dibantu BKO dari Polda Jateng sebanyak 96 personel.
Dirinya menyebut, nantinya seluruh personel gabungan akan mengamankan 3.491 TPS yang ada di Kendal, yang dimulai hari ini, Selasa (14/2/2024) sampai dengan Sabtu (17/2/2024). Untuk daerah rawan, pihaknya telah memetakan ada delapan titik.
“Untuk yang rawan, ada delapan titik. Rawan karena geografisnya yang cukup jauh jangkauannya. Jadi bukan karena rawan terkait kamtibmas, tapi lokasinya. Sedangkan untuk yang kurang rawan, kita menggunakan pola 216, artinya dua petugas menjaga 16 TPS. Tentunya di situ dibantu Linmas,” beber Kapolres. (HS-06).