HALO KENDAL – Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki mengisi kegiatan “Jumat Berkah” dengan bersilaturahmi bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal dengan sederhana, yang digelar di Taman Gajahmada depan Kantor DLH Kendal, Jumat (2/2/2024).
Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut ditemani sang istri, Fausijati, dan dihadiri Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, Sekretaris DLH Kendal, Syaiful Huda bersama jajaran, serta dihadiri para tenaga kebersihan di DLH Kendal.
Pakde Bas mengungkapkan, melalui kegiatan silaturahmi “Jumat Berkah” bisa lebih mempererat jalinan silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Kendal dengan jajaran DLH dan juga tenaga kebersihan.
“Saya selaku Pemerintah Kabupaten Kendal mengapresiasi panjenengan semua yang telah menjaga kebersihan di Kabupaten Kendal. Semoga dengan kegiatan seperti ini, panjenengan semua bisa ikut merasakan perhatian dari pemerintah. Karena panjenengan semua juga bagian dari masyarakat Kendal, rakyat saya juga,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pakde Bas berharap kepada masyarakat dan para penunjang kebersihan untuk terus mendukung program Pemerintah Kabupaten Kendal dalam kebersihan lingkungan.
“Dengan jumlah personel yang ada dan penunjang operasional yang masih minim ini, harapan saya kepada panjenengan semua, untuk bersama-sama terus berjuang demi kebersihan lingkungan kabupaten yang kita cintai,” tandasnya.
Selain silaturahmi, acara juga diisi diskusi dan ramah-tamah Pakde Bas dengan tenaga kebersihan dan jajaran DLH Kendal.
Sementara itu, Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto mengatakan, agenda “Jumat Berkah” diharapkan rutin digelar dengan melibatkan juga dari perwakilan elemen masyarakat yang peduli kepada kebersihan lingkungan.
“Kegiatan seperti ini jarang sekali dilakukan di kepemimpinan pemerintahan daerah sebelumnya. Dan Bapak Wakil Bupati konsisten dengan masalah lingkungan sehingga kita mengundang teman-teman penunjang kebersihan dalam silaturahmi,” ujarnya.
Menurut Aris, permasalahan pengelolaan sampah menjadi prioritas pihaknya. Berbagai terobosan juga dilakukan, hingga studi banding ke daerah yang berhasil mengelola sampah. Harapannya sampah di Kendal tertangani dengan maksimal.(HS)