HALO SPORT – Liga Basket Pelajar “Dua Bintang” (Two Stars Student Athelete) 2024 digelar di Kota Yogyakarta mulai Mei 2023. Sebelum kejuaraan, panitia menggelar kegiatan pra event, yakni gathering yang dihadiri pembina sekolah, guru, perwakilan orangtua murid dan para pelatih yang mengikuti Liga Pelajar.
Liga Basket Pelajar merupakan kompetisi SD, SMP dan perguruan tinggi yang akan berlangsung selama tujuh bulan. sehingga baru berakhir pada November 2024. Menurut Rachmad Kasim Martadji, salah satu penggagas liga, tidak adanya kategori SMA karena sudah ada kompetisi DBL yang rutin digelar.
“Jadi kami menggelar kompetisi SD, SMP dan perguruan tinggi. Liga Pelajar 2024 yang disebut Liga Dua Bintang digelar di Yogyakarta selama kurang lebih tujuh bulan,” ujar Kasim, sapaannya, di Yogyakarta, Sabtu (27/1/2024)
Sebelum penyelenggaraan, panitia melakukan persiapan secara matang. Panitia pelaksana pun menggelar gathering selama tiga hari, yaitu Jumat ( 26/1/2024 hingga Minggu (28/1/2024).
Melalui gathering yang digelar di sekolah-sekolah, panitia memaparkan baik secara teknis regulasi pertandingan dan visi misi Liga Dua Bintang. Kegiatan itu tidak hanya diikuti pembina sekolah dan perwakilan orang tua tetapi juga guru dan pelatih.
Liga Pelajar “Dua Bintang” yang mendapat dukungan dari PEAK, produsen apparel sport asal China, mengawalna dengan membuka delapan tim.
“Untuk tahun ini kami hanya membuka 8 tim putra dan putri. Melalui kompetisi ini, kami berharap bola basket di usia muda terus bergairah dan kian semarak,” ucapnya.
Liga juga menggandeng legenda hidup bola basket nasional Ary Sudarsono. Sosok yang sudah malang-melintang membangun bola basket di Indonesia. Ary juga peduli dengan pembinaan di usia remaja.
Dirinya juga memiliki harapan mereka yang menekuni bola basket tidak melupakan pendidikan sehingga saat sudah berhenti berkarier mereka tetap sukses dalam pekerjaan.
“Ary Sudarsono sudah lama membangun bola basket di Indonesia mulai dari kejuaraan tingkat pelajar, Kobatama, Kobanita, Liga Mahasiswa Indonesia hingga IBL. Dirinya punya harapan gairah basket pelajar di Yogyakarta semakin semarak,” ujar Kasim yang juga mantan wasit basket Nasional dan pengawas pertandingan (FIBA Komisioner) ini.
Sementara, Ary Sudarsono mengatakan bila Liga Dua Bintang menjadi kawah candradimuka yang membangun dan membentuk manusia Indonesia ke depan, salah satunya melalui olahraga.
“Saya berterima kasih kepada panitia, PEAK, sekolah dan kampus yang punya komitmen kuat melaksanakan kompetisi dalam dimensi yang berbeda. Liga Dua Bintang ini mengajarkan spirit para pelajar baik akademis dan non akademis serta meletakkan pondasi life after sport yakni bagaimana kehidupan mereka setelah tidak menjadi atlet,” kata Ary.
“Prinsipnya, kalah dan menang bukan segalanya. Ada hal lain yang lebih daripada itu untuk membentuk karakter dan menjadikan para pelajar kelak menjadi manusia yang bisa dibanggakan almamater, keluarga, masyarakat dan bangsa dengan mengusung tema besar yaitu Save Our Nation Through Basketball,” ujar dia.
Hendarto Tjai, CEO PEAK Sport Region Indonesia, menaruh harapan Liga Basket Pelajar bisa berjalan dengan baik. Masyarakat Yogyakarta juga semakin mencintai olahraga khususnya cabang basket.(HS)