in

BPBD Kota Semarang: Hujan dan Angin Kencang Menyebabkan Banjir, Tanah Longsor hingga Pohon Tumbang

Banjir di ruas Jalan Nogososro, Tlogosari Kulon, Pedurungan, dengan ketinggian air 10-15 centimeter masih terjadi sampai pagi ini imbas hujan deras, Selasa (2/1) malam.

HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebutkan, dampak hujan deras pada Selasa (2/1) malam dengan intensitas tinggi disertai angin kencang selama beberapa jam, menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik ruas jalan dan wilayah permukiman warga di kota ini.

Menurut BPBD genangan air hingga pagi ini masih terjadi. Titik banjir di antaranya masih terlihat di Jalan Nogososro, wilayah Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Ketinggian air sekitar 10-15 centimeter, serta adanya limpasan air dari Kali Tenggang.

Akibat banjir tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat sekitar menjadi terganggu. Terlebih saat jam sibuk seperti masuk kerja dan jam berangkat sekolah.

Genangan juga terpantau di ruas Jalan Gebang Anom, Jalan Medoho, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Akses jalan tersebut masih terendam banjir, sehingga aktivitas warga juga terganggu.

Sedangkan titik tanah longsor menurut BPBD, tersebar di beberapa wilayah lainnya. Yaitu RT 3 RW 1 Kelurahan Tandang, RT 4 RW 4 Kelurahan Bulusan, Perumahan Mountain View RT 06 RW 02 Mangunharjo, Kecamatan Tembalang.
Upaya penanganan, petugas BPBD bersama instansi terkait sudah mendatangi lokasi untuk melakukan assesmen dan pendataan dampak kejadian tanah longsor tersebut.

Kemudian untuk kejadian pohon tumbang terjadi di Pucang Gading yang menutup akses jalan, Tlogosari, Jalan Sigar Bencah, Jalan Indraprasta depan K24, Bukit Bougenvile Sendangguwo, Sinar Waluyo raya, Jalan Kedungmundu RT 7 RW 1, dan Jalan Gajah Raya depan Isa Grafika.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, kejadian banjir imbas hujan deras Selasa (2/1) malam disertai angin kencang menyebabkan banjir, sementara berdampak di wilayah Semarang Timur. Sedangkan kejadian tanah longsor dan pohon tumbang tersebar di beberapa wilayah lainnya.

“Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan relatif tinggi, disertai angin kencang. Kemungkinan terjadi tanah longsor, pohon tumbang seperti kejadian tadi malam. Perlu diwaspadai dampak bencana imbas hujan deras,” katanya, Rabu (3/1/2024).

“Masyarakat juga diimbau tidak panik, jika ada tanda-tanda akan berpotensi bencana, masyarakat bisa melaporkan ke RT/RW setempat, lurah dan nantinya lurah yang akan meneruskan ke dinas terkait dan BPBD Kota Semarang,” sambung Endro.

Sementara itu sebelumnya, peringatan potensi hujan deras dan angin kencang yang akan berlangsung untuk beberapa hari ke depan telah dikeluarkan oleh BMKG. Yang diprediksi akan terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang dan daerah sekitarnya. Yaitu pada tanggal 2 Januari -4 Januari 2024.

“Hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Jawa Tengah atau Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa, dan aktifnya Gelombang Atmosfer Rossby Ekuator di sekitar Pulau Jawa dan terdapat daerah belokan angin di sekitar wilayah Jawa Tengah maupun labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah. Dan kondisi ini yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang – lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Demak dan sekitarnya,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Rabu (3/1/2024)

Penutup Saluran Air Banyak Dicuri, Mbak Ita Minta Kesadaran Masyarakat