HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang mengungkap kasus duel maut di Jalan Sendang Indah Barat RT 3 RW 4, Kelurahan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk Kota Semarang pada Sabtu (30/12/2023) malam.
Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, pihaknya memeriksa ahli pidana terkait peristiwa itu. Wiwit menjelaskan alasannya karena tersangka bernama Joko Supriyanto warga RW 4 ini membela diri dari serangan senjata tajam korban bernama Irfan Bagus alias Panjul (38). Apalagi istri Joko juga mengalami luka sabetan senjata tajam di pelipisnya.
“Ada keadaan yang memaksa. Karena ada pertimbangan polisi ada kondisi memaksa yang sesuai Pasal 48 KUHP, keadaan memaksa yang harus dilakukan tersangka untuk mempertahankan dirinya juga keluarganya dalam hal ini istrinya kena sabetan parang dari korban,” ujarnya saat rilis kasus di Polrestabes Semarang, Selasa (2/1/2024).
“Dan untuk menentukan Pasal 48 kita akan memeriksa ahli pidana. Sehingga kita tidak sembarang tetap melalui proses, karena statusnya tersangka bukan terpidana,” lanjutnya.
Disisi lain, Wiwit menjelaskan jika peristiwa ini dipicu lantaran korban kesal karena ulah tersangka yang mengirim foto dengan perempuan lain diketahui istri korban. Karena hal itu terjadi keributan antara korban dengan istrinya.
Lalu korban yang tidak terima kemudian mencari tersangka dengan membawa senjata tajam. Setelah bertemu, korban langsung berupaya menyerang tersangka.
“Korban membawa parang lalu pelaku ada di rumahnya dan istrinya. Kemudian korban mengayunkan parang yang panjang kena pohon mangga dan kena juga istri dari tersangka pelipisnya berdarah,” jelasnya.
Beruntung tersangka tak terkena serangan korban. Saat terjadi perkelahian, tiba-tiba parang itu menancap di bahu korban yang mengakibatkan korban kehilangan banyak darah.
“Ketika dihunuskan jatuh parang menusuk bahu kiri korban sehingga terluka setelah itu dilarikan ke rumah sakit dan meninggal di rumah sakit. Hasil autopsi meninggal mati lemas karena kehabisan darah di bahu kiri itu yang membuat korban meninggal dunia,” bebernya.
Sementara itu, tersangka Joko mengaku jika ia hanya bercanda mengirim foto ke korban. Dirinya juga kerap kali berguyon dengan topik yang serupa.
“Memang bercandanya sepeti itu, itu juga foto lama dan itu foto sama temen tongkrongan,” ucap dia.
Saat penyerangan itu, dirinya juga kaget jika tiba-tiba korban berusaha membacoknya. Namun bacokan yang fatal meleset dan terkena pohon mangga.
“Dia nyabet saya kena punggung terus alatnya disabetkan lagi kena pohon mangga terus parang panjang jatuh dia ngambil yang satu itu badit kemudian ditebas kena istri saya. Saya berniat memegangi mau saya rampas saya buang, tapi dia mau nancepkan ke saya terus saya jatuh malah alatnya kena dia,” imbuhnya.
Saat korban terkena senjatanya sendiri, ia langsung meminta warga sekitar untuk mengantarkan ke rumah sakit.
“Saya nolong saya angkat sama orang tuanya ke motor langsung larikan ke rumah sakit,” imbuhnya. (HS-06)