HALO PEKALONGAN – Balai Pelayanan dan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Kota Pekalongan, pada 2023 kembali menerima hibah peralatan pengolahan jamu dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, melalui Direktorat Produksi Dan Distribusi Farmasi.
“Alhamdulillah tahun ini kami kembali mendapatkan hibah sebanyak 12 peralatan pengolahan jamu di akhir tahun ini, sebelumnya kami sempat menerima di tahun 2021,” kata Kepala UPTD BPSJ Kota Pekalongan, Teuku Reza Fadly, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Reza menjelaskan peralatan yang diterima, di antaranya perajang herbal, pencuci herbal, spray dryer, mesin pengemas sachet, dehidrator, dan lainnya.
Beberapa alat yang diperoleh ini, memungkinkan BPSJ, pada tahun depan dapat melakukan diversifikasi produk atau menambah beberapa inovasi lain.
“Saya rasa ke depan akan sangat bermanfaat dan berguna untuk kita,” kata Teuku Reza Fadly.
Selain Kota Pekalongan, ada empat daerah lain di Provinsi Jawa Tengah, yang menerima hibah peralatan pengolahan jamu, antara lain Tegal, Karanganyar, dan Sukoharjo.
“Alat-alat yang diserahkan setiap daerah berbeda-beda ini didasarkan pertimbangan pusat dari usulan pengelola setempat peralatan jenis apa yang dibutuhkan,” bebernya.
Lebih lanjut, ia berharap penambahan alat olah jamu ini bisa digunakan secara efektif dan efisien oleh UPTD BPSJ Kota Pekalongan, dalam berinovasi guna memasyarakatkan warisan budaya bangsa dalam bentuk jamu sekaligus melaksanakan fungsi promosi dan preventif. (HS-08)