HALO SPORT – Masa depan Fabio Di Giannantonio belum jelas selepas terdepak dari tim satelit Gresini Racing Ducati.
Mulai MotoGP musim depan, kursinya di Gresini diambil Marc Marquez, mantan pembalap tim Repsol Honda.
Dari sudut pandang prestasi, langkah Gresini merekrut Marquez dan mempertahankan adik kandungnya, Alex, bisa dimaklumi.
Pada awal musim ini, Fabio memang tampil biasa-biasa saja.
Namun, setelah memasuki paruh kedua, dia mampu bersaing di barisan depan.
Bahkan, pembalap asal Italia ini berhasil meraih podium utama pertamanya pada Grand Prix (GP) Qatar, 20 November lalu.
Diggia, sapaan akrab Di Giannantonio, sukses mengalahkan juara bertahan Pecco Bagnaia di Sirkuit Lusail.
Simpati kepada Diggia ditunjukkan Paolo Ciabatti, direktur olahraga Ducati.
’’Saya berharap dia bisa mendapatkan tim untuk tahun depan,’’ kata Ciabatti seperti dilansir dari MotoGP.
Ciabatti menunjuk tim VR46 menjadi tempat yang layak dituju Diggia.
VR46 kehilangan Luca Marini yang musim depan membela Repsol Honda.
Meski menjadi pemasok motor bagi VR46, Ducati tak punya suara dalam hal menentukan susunan pembalap.
Relasi Ducati dengan VR46 tak seerat dengan tim satelit mereka lainnya, yakni Prima Pramac Racing.
’’Situasinya tidak berada di tangan kami. VR46 dan Gresini memutuskan pembalap mereka sendiri,’’ jelas Ciabatti.
Paolo menegaskan Ducati akan berusaha untuk membantu Diggia jika gagal mengamankan kursi untuk musim depan.
’’Saya berharap dia bakal mendapatkan kontrak untuk tampil semusim penuh,’’ tuturnya.
VR46 tampaknya lebih tertarik untuk memboyong dua pembalap Moto2, Fermin Aldeguer dan Tony Arbolino.
Skuad milik Valentino Rossi itu kurang tertarik dengan Diggia. (HS-06)