HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal mentargetkan meraih katagori Madya dalam penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2023. Untuk itu, dalam Pengarusutamaan Gender (PUG) Pemkab Kendal melibatkan semua sektor, dilakukan beberapa inovasi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal, Albertus Hendri Setyawan, dalam rilis Minggu (19/11/2023).
Perkembangannya, inovasi yang dilakukan, di antaranya di Disperinaker dengan aplikasi Kendal Karier, Disdikbud dengan aplikasi Sipemikat (Sistem Informasi Pemetaan Minat Bakat Peserta Didik), Dispendukcapil dengan program sweet seventeen yang memberikan KTP gratis, Disperkim dengan aplikasi pendaftaran Rusunawa secara online, dan program-program organisasi perangkat daerah.(OPD) lainnya.
“Kemarin, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI bersama Tim Penilai dalam kegiatan verifikasi lapangan menilai, inovasi-inovasi tersebut benar-benar orisinil Kendal, karena di daerah lain belum ada,” ujar Hendri.
Dijelaskan, verifikasi lapangan dilaksanakan Kemen PPPA bersama Tim Penilai, untuk menentukan pemberian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2023.
“Penghargaan APE merupakan penghargaan dari pemerintah kepada Pemda atas keberhasilan dan prakarsa dalam pencapaian Pembangunan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pemerintah memberikan penghargaan APE tiap dua tahun sekali,” jelas Hendri.
Dirinya juga menyebut, pada tahun 2021 Pemkab Kendal meraih kategori Pratama. Targetnya pada tahun ini minimal bisa meraih kriteria Madya, atau bisa meraih target Nindya.
“Dari hasil paparan kemarin, menurut salah satu tim penilai, untuk pelaksanaan PUG di Kabupaten Kendal banyak perubahan yang lebih baik. Bahkan, untuk skor administrasi atau asesmen mandiri sudah masuk kategori Nindya. Indeks pembangunan gender dan indeks pemberdayaan gender di Kabupaten Kendal pada tahun 2021 dan 2022 nilainya di atas rata-rata Jawa Tengah dan Nasional,” kata Hendri.
Sebelumnya, Sekretaris Deputi Bidang Kesehatan Gender, Kemen PPPA RI, Maya Septiana mengatakan, verifikasi lapangan ini untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan komprehensif tentang pelaksanaan PUG.
Dijelaskan, informasi meliputi berbagai dokumen, di antaranya dokumen tentang Perempuan Pelopor dan kondisi Desa Ramah Perempuan dan Anak. Selain itu juga untuk melihat capaian indeks pembangunan gender, indeks pemberdayaan gender dan indeks ketimpangan gender.
“Penghargaan APE kategori Pratama diberikan tahap awal pelaksanaan PUG. Penghargaan di atasnya adalah madya, Nindya, Utama dan Mentor,” jelas Maya, saat Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG di ruang Ngesti Widhi, Jumat (17/11/2023).
Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, Kendal sudah banyak kemajuan dalam pelaksanaan PUG Kendal. Untuk itu, verifikasi lapangan dilakukan dalam rangka melihat langsung, juga komitmen dan pemahaman PUG.
“Oleh karena dilakukan pemaparan dari masing-masing OPD dan juga stake holder terkait. Ada verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan untuk melihat perolehan APE yang nanti akan diumumkan pada Desember bersamaan dengan peringatan Hari Ibu,” imbuh Maya.(HS)