in

Polda Jateng Siagakan Ribuan Personel Amankan Amankan Pildun U-17 di Solo

Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda. (dok)

HALO SEMARANG – Polda Jateng menyiagakan ribuan personel untuk mengamankan gelaran Piala Dunia (Pildun) U-17 di Stadion Manahan Solo. Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda mengatakan, ada 3.616 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan yang berlangsung pada bulan November hingga Desember 2023.

Dalam pengamanan ini, aparat membentuk Satgas Panwil Operasi Aman Bacuya. “Aturan kita kalau internasional itu maka yang melakukan pengamanan adalah Polda. Nah, khusus buat Jawa Tengah, satgas Panwil Jateng ini yang terlibat personilnya adalah 3.616. Itu terdiri dari polisinya 3.206 ditambah Kodam IV Diponegoro,” ungkap Basya dihadapan para awak media di Mapolda Jateng, Senin (6/11/2023).

Lebih lanjut ia membeberkan Satgas Panwil ini merupakan bagian dari Operasi penutup pusat, yang dipimpin oleh Kabareskrim, sebagai Kepala Operasi Aman Bacuya.

Tak hanya itu, Polda Jateng juga menjadi bagian dari Operasi Pusat. Satgas tersebut juga dibentuk bagian dari sistem pengamanan pertandingan sepak bola di stadion Manahan Solo mendatang.

“Tugasnya yakni mengamankan tempat-tempat latihan, mengamankan akomodasi dan rute, serta kegiatan sehari hari kegiatan tim tim yang akan bertanding du Jawa tengah. Kemudian bagaimana pelibatan Kodam, Kodam nanti menjadi satuan yang memperkuat Polres Polres di jajaran solo raya dalam rangka pengamanan sepak bola ini,” tandasnya.

Ia menuturkan bahwa nantinya tim yang akan bertanding di Solo yakni empat negara yang terdiri dari grup B Uzbekistan, Mali, Canada, dan Spanyol.

“Jadi semuanya di Solo Raya, latihannya di Solo Raya, kemudian bertandingnya di Manahan. Termasuk pengaman di obyek vital itu ya otomatis. Intinya bahwa bagaimana kita memelihara kamtibmas sehingga kegiatan inti, yaitu pengaman bola itu sendiri bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Disisi lain, terkait penggunaan gas air mata, nantinya hanya digunakan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan diluar Stadion. “Itu kan mekanisme. Itu ada ada aturannya bahwa di dalam ring satu atau zona stadion itu kan nanti tugasnya FIFA, dan zona dua juga tugasnya, dan kita di bagian luar. Nanti kalau ada kerusuhan diluar yang menjadi kawasan tanggung Jawab kita ya itu domain kita, kembali ke protap kita. Tetapi kalau di dalam stadion kita tidak menggunakan itu,” bebernya.

Sedangkan terkait penonton, pola pengamanan di stadion nantinya akan berkoordinasi dengan FIFA. Sedangkan kepolisian, nantinya untuk memperkuat dan membantu FIFA dari segi pengamanan.

“Ya memang ada hal hal yang perlu kita antisipasi. Tapi sejauh ini kita bisa nyatakan bahwa Polda Jawa Tengah siap mengamankan FIFA U17 world cup,” paparnya.

Terakhir ia berharap seluruh warga Jateng harus menjadi tuan rumah yang baik. Agar tamu yang datang di Solo ini menjadi nyaman.

“Khususnya warga di Solo Raya, harapan kita dari kepolisian marilah kita menjadi tuan rumah yang baik. Kemudian kita dikenal Jawa Tengah itu penuh kesantunan, ramah tamah, itu kita wujudkan agar tamu tamu kita ini merasa nyaman di Solo,” katanya. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Selasa (7/11/2023)

11 Mahasiswa dan 2 Dosen USM Lakukan KKN dan PkM di Thailand