in

Gerakan Nasional Ketahanan Pangan, Kodim Kendal Ajak Kelompok Tani Manfaatkan Lahan Tidur

Acara menyaksikan dan mengikuti vidcon bersama Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin, yang digelar Kodim Kendal di samping lahan jagung Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (1/11/2023).

HALO KENDAL – Dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan (Hanpangan), Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Purnomosidi dan Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Jenry Polii berkesempatan mengikuti video conference (vidcon) bersama Wakil Presiden RI, Ma’aruf Amin.

Acara yang dihadiri jajaran Kodim Kendal, perwakilan kelompok tani dan sejumlah petani tersebut, dilaksanakan di samping lahan jagung Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (1/11/2023).

Dandim Kendal usai acara kepada awak media mengatakan, kegiatan ketahanan pangan sudah rutin dilaksanakan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan tidur milik TNI.

“Dalam arahannya bapak Wakil Presiden meminta, agar tidak membiarkan lahan tidur. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan,” terangnya.

Dandim Kendal menjelaskan, lahan ketahanan pangan Kodim 0715/Kendal seluas 1,5 hektare, di lokasi eks-asrama 408 Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri, dengan memberikan penggarapan lahan kepada masyarakat dan bantuan bibit serta pupuk, dan hasil panennya di serahkan kepada masyarakat penggarap sepenuhnya.

“Untuk tiap tiap Koramil tidak ada lahan, tetapi kita memberi bantuan, yaitu berupa bibit dan pupuk kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing di 17 koramil,” jelas Letkol Inf Jenry Polii.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Indrawanti mengatakan, untuk tanaman padi, lahan padi seluas 35 ribu hektare, sedangkan lahan jagung seluas 33 ribu hektare.

“Sehingga untuk hasil dari tanaman padi dan jagung di Kabupaten Kendal tergolong surplus. Alhamduillah aman, jadi bisa memenuhi terkait konsumsi. Kalau yang jagung ya terkait dengan ternak dan juga kebutuhan pakan,” ujarnya.

Sementara perwakilan Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Jenarsari, Taswadi mengaku, untuk harga jagung saat ini dari pengepul Rp 6.200 per kilogram. Sebelumya di bulan Juli hingga September harga Rp 5.200 per kilogram.

Sedangkan terkait dengan produksi jagung, dirinya juga mengaku saat ini menurun. Hal tersebut karena dampak dari kekeringan yang berkepanjangan.

“Kita telah berusaha, tapi karena kondisinya sedang kekeringan, sehingga produksi menurun. Dari yang sebelumnya enam ton per hektare, kini paling hanya empat setengah sampai lima ton per hektare. Jadi harga naik, tapi produksinya menurun,” ungkap Taswadi.(HS)

Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Kendal Undang Perangkat Desa Hingga Pemilik Toko Kelontong

Semarakkan Harbolnas, Blibli Luncurkan Promo ‘Bejibun’