in

Upaya Naik Kelas, Fesyen Show Jeans dan Batik Asli Kendal Digelar

Acara Fesyen Show Jeans dan Batik Kendal, di Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu; Kendal, Minggu (29/10/2023).

HALO KENDAL – Pemkab Kendal menggelar acara Fesyen Show Jeans dan Batik Kendal di Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, <span;>Minggu (29/10/2023).

Saat membuka acara, Sekda Kensal, Sugiono menaruh harapan, jeans dan batik di Kendal bisa lebih dikenal luas dan dapat mengembangkan produknya.

Menurutnya, batik di Kendal sudah ada sejak zaman penjajahan, kemudian untuk pengrajin jeans di Kendal juga sudah cukup lama ada. Sehingga, dari segi kualitas, jeans Kendal tidak kalah dengan produk manapun.

“Dengan adanya kegiatan branding yang baru ini, kita harapkan bisa dikenal (jeans dan batik Kendal-red) dan dapat mengembangkan produknya,” ujar Sugiono kepada awak median di sela-sela acara, Minggu (29/10/2023).

Karena para pengrajin jeans di Kendal sudah terbiasa mencari bahan-bahan yang standart dan merek-merek yang sudah ternama. Baik mencari benang, mencari risliting jeans, termasuk model dan jahitamnya.

“Jadi mereka (para pengrajin jeans-red) sudah terbiasa dengan itu. Artinya apa, dengan kita kembangkan terus-menerus, kita kenalkan kepada masyarakat, bahwa sebenarnya jeans buatan Kendal dengan merek “Cardero”, Insya-Allah kualitasnya tidak kalah dengan jeans-jeans bermerek, yang ternama di internasional,” jelas Sugiono.

Pada kesempatan tersebut Sekda Kendal juga mengungkapkan, pemerintah daerah selalu mendukung dan mensupport dengan memperkenalkan produk jeans Kendal. Di satu sisi, kepada pengrajin untuk meningkatkan kualitasnya, sedangkan pemerintah yang akan mengenalkan pangsa pasarnya.

Ia juga berharap, kalau bisa, batik dan jeans Kendal bisa masuk ke supermarket-supermarket. Karena sejatinya, kualitas baik batik maupun jeans Kendal tidak kalah dengan yang lain.

“Saya menyampaikan pesan, supaya para pengrajin batik dan jeans di Kendal untuk tidak pernah lelah dalam berinovasi, dan menyesuaikan model-model yang uptodate. Sehingga bisa memenuhi dan menyiapkan keinginan konsumen atau masyarakat,” ungkap Sugiono.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Achmad Ircham Chalid dalam laporannya menyampaikan, digelarnya acara di objek wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kaliwungu, bertujuan untuk melaksanakan promosi pariwisata melalui fesyen show jeans dan batik, sekaligus melestarikan budaya yang ada di Kendal.

“Tujuan selanjutnya, yaitu memberikan hiburan kepada masyarakat umum, yang dikemas dalam sebuah promosi pariwisata dan event harmoni fesyen dan budaya, dalam rangka meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Kendal, khususnya di Pantai Ngabum ini,” ujarnya.

Ircham menyebut, kegiatan bekerja sama dengan pegiat wisata, serta para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kendal. Khususnya sub sektor kria dalam hal produk batik, dan sub sektor fesyen yang diwakili oleh produsen jeans dari Desa Cempokomulyo, Gemuh.

Sementara Nurul Masudin dari pengrajin jeans Kendal mengaku, pihaknya masih membutuhkan distributor-distributor yang besar. Karena saat ini sudah memproduksi secara massal.

“Untuk sampai saat ini, pemasaran masih menggunakan media sosial atau online dan juga offline. Untuk online-nya masih menggunakan e-commerce, sedangkan offline-nya kami menggunakan reseller atau pemain pasar dan kaki lima yang mau memasukkan produk kami,” ujarnya.(HS)

Warga Berebut Tiga Gunungan Hasil Bumi dalam Acara Kirab Tradisi Mongso Labuh

Penjabat Bupati Kudus Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Pemilu