in

Orang Ini Otak di Balik Kebangkitan Pecco

HALO SPORT – Meski belum secepat pada awal musim, Pecco Bagnaia tetap mampu meredam rival beratnya saat ini, Jorge Martin.

Pembalap tim pabrikan Ducati itu unggul 27 poin atas Martin (tim Prima Pramac Racing Ducati) dalam klasemen sementara MotoGP 2023.

Pecco mengalami penurunan selepas mengalami kecelakaan horor pada MotoGP Catalan, 3 September lalu.

Kebangkitan mantan anak didik Valentino Rossi ini tak lepas dari kehebatan kepala mekaniknya, yakni Cristian Gabarrini.

Gabarrini optimistis Bagnaia memiliki kemampuan untuk menjadi juara dunia lagi.

Sejak awal, dia sangat yakin Pecco bisa membendung Martinator, julukan Martín.

’’Masih akan ada keuntungan besar buat Pecco, dan Martin bakal memiliki puncak terendah,’’ ungkap Gabarrini seperti dilansir dari Motosan.

Namun, pria yang juga menangani motor Casey Stoner saat menjadi juara dunia 2007 dengan Ducati ini juga memuji bakat Jorge.

’’Martín selalu agresif dan positif. Wajar jika dia membawa gandum ke penggilingannya dan mencoba menekan Pecco,’’ imbuh Gabarrini.

Menurut dia, Martínator bukanlah satu-satunya faktor yang menyulitkan Bagnaia.

Cristian mengakui saat ini Pecco berada sedikit di bawah level Martin.

’’Tantangannya adalah antar-pembalap. Para teknisi berusaha melakukan yang terbaik, dan yang terbaik akan menang,’’ paparnya.

Tugas seorang kepala mekanik sangat spesifiik pada MotoGP.

Kepala mekanik menjadi orang pertama yang akan ditemui pembalap saat pekan balap dimulai.

Dia bukan hanya harus mendengarkan apa yang pembalap katakan padanya, melainkan juga wajib mengerti apa yang dipikirkan dan dirasakan pembalapnya.

Seorang kepala mekanik berperan pula menerjemahkan apa yang dipikirkan dan dirasakan pembalap kepada para insinyur pabrikan.

Tangan dingin Gabarrini bakal kembali diuji pada Grand Prix (GP) Thailand di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, 27-19 Oktober 2023. (HS-06)

Remehkan Kemampuan Si Serigala

Merasa Belum Puas karena Ini Baru Awal