in

Dianggarkan Rp 150 Miliar, Padma Piazza Digadang Jadi Destinasi Wisata Kuliner Baru di Kota Semarang

Penanaman tanaman tabebuya dan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajaran Direksi PT Graha Padma Internusa, saat acara Groundbreaking pembangunan Padma Piazza baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Pembangunan Padma Piazza yang berlokasi di Graha Padma Semarang dan ditargetkan beroperasional pertengahan tahun 2024 mendatang, bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp 150 miliar. Padma Piazza digadang-gadang bakal menjadi tempat destinasi wisata kuliner baru di Kota Semarang.

Direktur Utama PT Graha Padma Internusa, Hendro Setiadji menjelaskan, pembangunan Padma Piazza nilai investasinya mencapai sebesar Rp 150 miliar.
Nantinya, juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti area urban farming, jogging track, dan aktivitas centre.

“Tidak ketinggalan sejumlah tenant kuliner khas kota Semarang dan lainnya disediakan di dalamnya,” ujarnya, baru-baru ini.

Dikatakan dia, secara umum, Padma Piazza dikonsep sebagai bangunan open space dengan dua lantai. Di dalamnya bisa menampung sebanyak 40 tenant, mulai dari tenant kecil, menengah dan besar.

“Termasuk diisi dengan berbagai kulinernya. Adapun tenant-tenant yang direncanakan dapat melengkapi tenancy mix di Padma Piazza ialah supermarket, coffee shop & family resto, speciality tenant hingga lifestyle & thematic restaurant.

“Di luar itu Padma Piazza juga menawarkan experience baru dengan konsep pet café yang sedang marak belakangan ini dan beberapa atraksi menarik seperti picnic spot, little zoo hingga urban farming yang tentu sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan juga rekan bisnis,” paparnya.

Selain itu, Piazza sendiri, lanjut dia, adalah sebuah retail komersial seluas tiga hektare, yang terletak di jantung keramaian Kawasan Perumahan Graha Padma dan dirancang dengan mengusung konsep Integrated Hub & Environmental Awareness yaitu open space retail dengan area dua lantai dan mempunyai luas bangunan (GFA +-15.000 sqm), luas area sewa (NLA +- 10.000 sqm).

“Serta dilengkapi fasilitas pendukung, seperti toilet umum, mushola, lift pengunjung, lift barang, escalator, parkir area untuk sekitar 500 mobil dan 60 motor, juga fasilitas lainnya seperti keamanan dan kebersihan,” pungkasnya. (HS-06)

 

Bakti Kesehatan Akabri 91, Lapangan Rampal Malang Bakal Disulap Jadi Rumah Sakit

HSN 2023, Dewan Berharap Kota Semarang Beri “Kado” Spesial Perda Pesantren