in ,

Jelang Bergulirnya Liga 3, Asprov Jateng Kumpulkan Perwakilan Klub Bahas Sistem Pertandingan

Sosialisasi Liga 3 Jawa Tengah oleh Asprov PSSI Jateng di Kota Semarang, Minggu (8/10/2023).

HALO SEMARANG – Jelang bergulirnya Liga 3, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng mengumpulkan perwakilan klub untuk membahas sistem pertandingan yang akan diselenggarakan. Rencananya, kompetisi Liga 3 di Jawa Tengah akan dimulai pada awal November 2023 dan diikuti oleh puluhan tim.

Ada sekitar 30 tim yang ikut berpartisipasi dalam koordinasi membicarakan regulasi Liga 3 yang dipimpin langsung oleh Ketua Asprov Jateng, Yoyok Sukawi di Kota Semarang, Minggu (8/10/2023). Sedangkan beberapa perwakilan tim berhalangan hadir dikarenakan ada agenda seperti laga uji coba.

Ketua Asprov Jateng, Yoyok Sukawi menekankan jika peraturan yang akan digunakan dalam Liga 3 Jateng secara menyeluruh hampir sama dengan Liga 1. Salah satunya adalah penonton atau suporter tim tamu yang dilarang hadir ke markas tuan rumah.

Hal ini pun juga salah satu syarat yang diminta oleh Polda Jateng agar Liga 3 bisa mendapatkan izin. Jika suporter tim tamu datang dan membuat kericuhan, PSSI akan melakukan langkah-langkah tindakan dengan sanksi hukuman maksimal diskualifikasi.

Yoyok juga menjelaskan, tim-tim yang ikut serta dalam kompetisi Liga 3 juga diminta untuk melakukan assesmen stadion. Ini diklaim juga sebagai langkah salah satu upaya menjaga kondusifitas dan keamanan bergulirnya kompetisi.

“Terkait perizinan, Liga 3 mengadopsi Liga 1. Karena tahun ini PSSI dan Polri sepakat untuk masa transformasi, sehingga tidak diperkenankan untuk suporter datang. Dan sanksi yang nekat melanggar tentu sama melalui regulasi berupa denda atau apa. Tapi saya rasa hampir semua klub Liga 3 sepakat dengan segala macam konsekuensinya,” ujarnya.

Dirinya berharap peraturan ini bisa diikuti oleh semua tim yang berlaga. Dan untuk suporter agar tidak melanggar karena bisa merugikan tim yang didukung.

Disisi lain, Yoyok mengakui jika pendaftaran tim untuk bisa turut serta mengikuti kompetisi Liga 3 belum dibuka. Namun dirinya mengingatkan kepada seluruh klub agar mempersiapkan diri dan selalu update soal gelaran Liga 3.

“Biaya pendaftaran dan jumlah tim masih belum ditentukan. Dan tentu saja akan dibicarakan melalui manager meeting antara klub dengan operator nanti akan diskusi, tapi saya rasa tidak akan berat. Terget kita klub di Jateng yang ikut 50 karena tahun lalu 40 tim. Harapannya ya meningkat mungkin kalau agak berkurang ya tidak masalah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengakui jika sampai saat ini belum ada sponsor utama dalam kompetisi Liga 3. Menurutnya, ini adalah imbas dari tahun politik yang saat ini sedang terjadi. (HS-06)

47 Titik Pantau di Jepara Siap Dinilai, Optimistis Adipura Kencana Kembali

Cibir Si Tukang Kisruh, Dukung Belal