HALO SPORT – Pecco Bagnaia membuat kesalahan besar pada MotoGP India, 24 September lalu, sehingga keunggulannya kini menipis.
Pembalap tim pabrikan Ducati itu sekarang hanya unggul 13 poin di atas rival terdekatnya, Jorge Martin (Prima Pramac Racing Ducati).
’’Kami menerima risiko balapan dengan ban kompon yang lebih keras karena ban depan medium,’’ tutur Bagnaia seperti dilansir dari Crash.
Mantan murid Valentino Rossi ini mengakui kesalahannya, dan telah meminta maaf kepada tim.
’’Kondisi yang saya alami itu adalah sesuatu yang bisa terjadi ketika Anda berada di batas yang terlalu tinggi,’’ paparnya.
Pecco menyatakan tidak khawatir karena yakin timnya akan menemukan solusi.
Dengan tujuh lomba tersisa, Pecco bertekad bangkit pada balapan selanjutnya.
’’Kami tak pernah menyerah dan kami akan melawan karena kami ingin kejuaraan ini seperti biasanya,’’ tandas Bagnaia.
Jika tidak melakukan kesalahan, pembalap asal Italia ini bakal sulit ditaklukkan di lintasan.
Namun, kecelakaan hebat pada Grand Prix (GP) Catalan, 3 September lalu, membuat kondisi Pecco belum bisa kembali fit sepenuhnya.
Hasil tidak maksimal pada GP San Marino dan GP India memaksa Bagnaia untuk kembali mendominasi MotoGP Jepang, 29 September-1 Oktober mendatang.
Kalau mau aman, Pecco wajib finis depan Martin, baik dalam lomba sprint maupun balapan utama.
Konsistensi Bagnaia sekarang benar-benar diuji oleh ketangguhan Martin. (HS-06)