in

Bandara Ahmad Yani Semarang Berhasil Lakukan Penanganan Darurat Pesawat Zeus Air yang Alami “Insiden”

Petugas gabungan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melakukan simulasi penanganan tanggap darurat sebuah pesawat Zeus Air yang mengalami insiden di kawasan bandara, Rabu (20/9/2023).

HALO SEMARANG – Sebuah pesawat udara boeing 737-800 Zeus Air dengan rute Semarang menuju Jakarta yang membawa 22 orang penumpang dan 8 awak pesawat mengalami kerusakan mesin pesawat sesaat sebelum lepas landas di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Rabu (20/9/2023). Informasi dari awak pesawat, gangguan mesin pesawat terjadi di engine nomor dua, karena ada serangan burung sehingga pesawat mengalami insiden.

Kegiatan penanganan darurat pun segera dilakukan dari pihak bandara sesuai Standar Operation Procedur (SOP). Akhirnya, berkat kerjasama dari petugas gabungan pesawat yang mengalami kecelakaan berhasil ditangani.

Kecelakaan pesawat ini tidak lain merupakan bagian dari simulasi penanganan darurat apabila terjadi kecelakaan, yakni Modular Exercise yang digelar oleh PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Rabu (20/9/2023).

Dan kegiatan Modular Exercise ini dengan tujuan untuk menguji kesigapan seluruh personel apabila terjadi keadaan darurat di bandara. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk menguji ketepatan penerapan Standard Operation Procedure (SOP) keadaan darurat di kawasan bandara. Sekaligus dilakukan pengujian kemampuan personel dan dokumen SOP yang berlaku di setiap unit kerja yang ada saat keadaan darurat.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam operasional bandar udara.

“Prioritas utama yang perlu mendapat perhatian khusus adalah aspek keamanan dan keselamatan penerbangan dikarenakan hal ini menyangkut keselamatan jiwa para pengguna jasa,” ujarnya.

Pada latihan modular exercise ini, fungsi komunikasi, koordinasi dan komando antar unit serta stakeholder bandara diuji dan dievaluasi. Sehingga pada kegiatan ini selain personel bandara, juga terlibat sejumlah instansi, di antaranya Airnav Indonesia, Lanumad Ahmad Yani, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang, Rumah Sakit Columbia Asia Semarang, serta Basarnas.

“Keadaan di lapangan dibuat menyerupai kondisi real dengan maksud untuk menguji kesigapan personel dan kesesuaian SOP. Terlaksananya kegiatan ini dengan lancar tentu tidak lepas dari kerja sama seluruh stakeholder bandara yang terlibat, dan diucapkan banyak terima kasih atas kerjasamanya. Semoga apabila keadaan darurat benar terjadi seluruh pihak yang bertugas dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dengan prima,” pungkas Fajar. (HS-06)

Paska Kebakaran Besar di TPA Jatibarang, Kualitas Udara Bakal Dimonitoring

15 Tim Ikuti Liga 3 Askab PSSI Kendal