HALO BATANG – Menjelang pengukuhannya, Barisan Rakyat Batang (Bara) menggelar diskusi bersama tokoh masyarakat Handoko Wibowo, untuk memantapkan langkahnya dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
Para anggota Barisan Rakyat Batang yang mayoritas terdiri atas pelatih taekwondo itu, memandang perlu diintensifkannya diskusi, agar peran mereka makin terarah, ketika KIT Batang beroperasi.
Peran Barisan Rakyat Batang itu disampaikan salah satu penasihatnya, Gotama Bramanti, dalam diskusi di Omah Tani, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Minggu (10/9/2023).
Dia mengatakan keberadaan Barisan Rakyat Batang nantinya akan berkontribusi dengan ikut menjaga kenyamanan masyarakat setempat, tentunya di bidang lingkungan.
“Bara akan fokus pada isu-isu lingkungan, yakni agar masyarakat tetap nyaman bertempat tinggal di sekitar KIT,” kata Gotama Bramanti, seperti dirilis batangkab.go.id.
Gotama Bramanti menyatakan jangan sampai keberadaan dan kemanfaatan KIT yang besar ini, mengesampingkan kelestarian lingkungan.
Rencananya Bara akan dikukuhkan, di Omah Tani, pada Minggu, 24 September mendatang, dengan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Batang dan ribuan kaum petani serta buruh.
Terkait keberadaan KIT Batang, perlu diketahui bahwa kawasan industri itu merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Pusat, menempati lahan dengan luas lebih kurang 4.300 hektare.
KIT Batang dibangun, sekaligus untuk memanfaatkan momentum menangkap peluang investasi asing.
Kementerian PUPR menargetkan pembangunan KIT Batang dapat selesai pada akhir 2023 dan dapat beroperasi secara penuh pada 2024.
Pembangunan KIT Batang ini juga membuka peluang lebih besar untuk investasi di wilayah Kabupaten Batang.
Pembangunan KITB ini menjadi salah satu harapan baru untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Batang.
Namun demikian, pembangunan KIT Batang juga dapat memunculkan daerah kumuh baru.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Batang, Sudarno, seperti dirilis batangkab.go.id, mengatakan masalah ini perlu diantisipasi sejak dini.
Upaya yang dilakukan adalah mengajak semua pihak, untuk bersama-sama berkolaborasi dan mematuhi dan melaksanakan perencananaan kawasan yang sudah disusun.
Sementara itu, Camat Gringsing Adhi Bhaskoro menambahkan, pemerintah dan masyarakat Kecamatan Gringsing mendukung adanya KIT Batang dan kemajuan desa-desa penyangga.
“Untuk mengantisipasi timbulnya daerah kumuh perlu ketegasan dan keterlibatan semua pihak. Pemerintahan desa hendaknya diikutsertakan untuk memajukan warganya sehingga semua bisa ikut menikmati keberadaan KIT Batang dengan tetap memperhatikan lingkungan,” ujar dia. (HS-08)