HALO KENDAL – Sangat disayangkan, pembangunan Pasar Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal dengan anggaran mencapai Rp 3,1 miliar yang bersumber dari dana APBDes dan swadaya para pedagang tidak dilengkapi dengan alat hydrant.
Padahal hydrant sangat penting dan wajib ada, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di gedung yang luas atau berlantai dua. Hal itu disampaikan Sekda Kendal, Sugiono, saat dimintai tanggapan, Sabtu (2/9/2023).
“Selain hydrant juga harus dipersiapkan akses jika terjadi kebakaran mobil bisa masuk ke lokasi. Apalagi kalau dekat dengan pemukiman penduduk yang padat, tentu akan sangat berbahaya jika terjadi kebakaran. Karena bisa merambat ke pemukiman,” ujarnya.
Untuk itu, sebelum diresmikan Sekda Kendal meminta kepada pihak desa maupun pemborong bisa memasang hydrant terlebih dahulu. Sebab jika mengacu pada pengalaman di lapangan, banyak pasar yang tidak dilengkapi hidran ketika ada kebakaran kesulitan untuk mencari air.
“Seperti Pasar Sidorejo, Pasar Weleri pasar Kaliwungu, ketika terjadi musibah kebakaran tidak bisa segera diatasi sebab tidak ada hydrant di lingkungan sekitar pasar. Sehingga semua bangunan besar seperti pasar, baik pasar desa maupun pasar kabupaten wajib dilengkapi hydran,” beber Sugiono.
Nantinya, lanjut Sekda Kendal dari damkar maupun BPBD akan melakukan pengawasan dan pengecekan. Jika tidak dipasang hydrant, maka bangunan tersebut tidak memenuhi syarat, dan harus dilengkapi terlebih dulu. Jadi, kalau Pasar Brangsong tidak dilengkapi hydrant maka tidak boleh ditempati.
“Semua pembanguan gedung yang luas atau bertingkat wajib dilengkapi hydrant, seperti pasar Brangsong juga harus dilengkapi dulu sebelum dipakai. Sebab berdasarkan pengalaman, kebakaran di Pasar Kaliwungu, Pasar Sidorejo dan Pasar Weleri, tidak segera teratasi, karena tidak ada hydrant. Kalau pun ada, tidak berfungsi kan sama saja,” jelas Sugiono.
Sebelumnya, Kepala Desa Brangsong, Moh Asnawi mengakui, untuk pembangunan pasar dalam gambar tidak dilengkapi dengan hydrant. Meski begitu dirinya beralasan, akan dianggarkan di tahun berikutnya.
“Saya juga tidak kepikiran. Namun memang di gambar tidak ada hydrant-nya. Ya nanti kalau harus dipasang kita masukkan anggaran tahun berikutnya,” ungkap Asnawi, Jumat (1/9/2023).
Dirinya menambahkan, untuk sementara Pasar Brangsong akan dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR). Diperkirakan pertengahan September pasar akan diresmikan dan menurutnya sudah mulai ditempati.
Namun dari pantauan, Pasar Brangsong yang dibangun, untuk sirkulasi udara dan masuknya cahaya matahari masih minim. Padahal nantinya, pasar tersebut akan menampung 156 pedagang, baik los maupun kios.
Sebelumnya, saat hujan, kondisi Pasar Brangsong juga terdampak banjir dan kondisinya becek. Dengan dibangunya pasar yang lebih besar dan bagus diharapkan bisa meningkatkan perekonomian para pedagang Pasar Desa Brangsong. (HS-06).