HALO SEMARANG – Baliho Partai Demokrat yang bergambar Anies Baswedan di Kota Semarang dicopot oleh para kader lantaran merasa tak dihargai setelah dipasangkan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tanpa persetujuan Demokrat.
Penurunan ini dimulai dengan melepas baliho berukuran 5×12 meter di persimpangan Jalan Sompok Lama dan Jalan Mataram. Baliho tersebut bergambar Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AYH) dan Anies di sisi kiri dan Ketua DPC Demokrat Kota Semarang, Wahyoe “Liluk” Winarto.
Liluk juga terlihat datang langsung ke lokasi untuk melihat proses penurunan baliho tersebut. Ia mengatakan sudah ada instruksi dan dia sendiri meneruskan ke tingkat Kecamatan untuk para kader menurunkan baliho, spanduk, dan poster yang ada gambar Anies.
“Sebagai ketua DPD Kota Semarang aka instruksikan semua tingkat kecamatan, kelurahan. Yang ada pak Anies bisa diturunkan. Banyak dengar kader di bawah yang kontak saya, juga utarakan kekecewaannya. Kita merespon itu dengan tindakan mencopot,” ujar Liluk di lokasi, Kamis (31/8/2023) malam.
Ia menjelaskan kekecewaan tersebut karena kabar Anies yang sebelumnya didukung sebagai Capres 2024 ternyata didampingi Cak Imin sebagai Cawapres tanpa persetujuan partai koalisi.
“Tentunya melihat mendengar berita, ini wujud kekecewaan kita terhadap koalisi yang sudah kita bangun terkait penunjukkan cawapres yang tanpa disetujui anggota koalisi lain. Ini wujud kekecewaan kita,” jelasnya.
Liluk menegaskan, petugas akan berkeliling mencopoti baliho, spanduk, dan poster yang jumlahnya bisa mencapai ratusan di Kota Semarang. Karena ada juga caleg-caleg yang memasang foto Anies sebagai Capres yang didukung sebelumnya.
“Ratusan ada ya kalau baliho sama spanduk. Ada juga yang caleg-caleg,” imbuhnya. (HS-06)