in

Dispertan Kendal Gelar Sosialisasi dan Launching “Si-Peri Tani”

Sosialisasi dan launching Membangun Sistem Informasi Pengelolaan Irigasi Pertanian (Si-Peri Tani) yang digelar Dispertan Kendal di aula dinas setempat, Senin (21/8/2023).

HALO KENDAL – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kendal mensosialisasikan dan melaunching kegiatan membangun Sistem Informasi Pengelolaan Irigasi Pertanian (Si-Peri Tani) yang digelar di aula Dispertan Kendal, Senin (21/8/2023).

Acara sosialisasi dan launching ini dihadiri perwakilan kelompok tani dan stakeholder. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Kendal.

Kepala Dispertan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, SP mengharapkan aplikasi Si-Peri Tani dapat menjawab tantangan permasalahan krisis ekonomi, pangan dan energi. Sistem informasi ini akan menjadi wadah dan rujukan informasi bagi seluruh stakeholder terkait pengelolaan irigasi pertanian.

Dikatakan, aplikasi ini berisi tentang database jaringan irigasi tersier, dam parit, embung pertanian serta informasi kegiatan yang telah dilaksanakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten kendal tiap tahunnya.

“Harapannya petani maupun Masyarakat pada umumnya bisa membedakan jaringan irigasi sekunder dan tersier sehingga untuk pengusulannya tidak salah alamat,” kata Pandu.

Menurutnya, ketahanan pangan menjadi kunci untuk menghadapi ancaman krisis pangan di masa depan. Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan, seperti penyediaan pupuk bersubsidi, pembangunan infrastruktur irigasi, penyediaan bibit, benih, kredit, dan berbagai input lainnya.

“Untuk itu, kepada kelompok tani dan stakeholder lainnya dapat menggunakan aplikasi “Si-Peri Tani” dengan sebaik-baiknya,” imbuh Pandu.

Sementara itu, Sub Koordinator Irigasi pada Dispertan Kendal, Mefri Dian Rosyida ST memaparkan, yang dimaksud dengan Membangun “Si-Peri Tani” Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Kendal merupakan sebuah sistem informasi berbasis web gis yang berisi informasi database jaringan irigasi tersier, dam parit, embung, informasi pengelolaan irigasi dan peta.

“Sistem informasi dibuat dalam rangka menyediakan data sektoral yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai data perencanaan pembangunan daerah, khususnya pengelolaan irigasi pertanian,” ujarnya.

Hal tersebut sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 79/Permentan/OT.140/12/2012 tentang Pedoman Pembinaan dan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Peraturan Menteri PUPR No. 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi.

Mefri mengungkapkan, sistem informasi ini dibuat sebagai bentuk inovasi aksi perubahan kualitas pelayanan publik pada Dispertan Kabupaten K⁷endal yang berkaitan dengan isu strategis belum tersedianya data pengelolaan irigasi pertanian yang mudah diakses oleh masyarakat.

“Tujuan dari aksi perubahan ini adalah adalah untuk menyediakan informasi pengelolaan irigasi pertanian guna mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Untuk memastikan aksi perubahan kualitas pelayanan publik dapat dilaksanakan dengan baik, telah dituangkan dalam tahapan (milest one) jangka pendek yaitu dalam batas waktu dua bulan, jangka menengah dalam waktu enam bulan dan jangka panjang dalam batas waktu 18 bulan.

“Pembangunan Si-Peri Tani telah direalisasikan pada tahapan atau milestone jangka pendek,” tandas Mefri.

Dengan diimplementasikannya Si-Peri Tani, maka dapat memberikan manfaat dalam Pengelolaan irigasi pertanian guna mendukung misi Bupati Kendal yang pertama.

“Yaitu Pembangunan Kabupaten Kendal sebagai Pusat industri dan pariwisata di Jawa Tengah dengan mengoptimalkan potensi dan keunggulan daerah, untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, penguatan industri, kecil dan menengah/UMKM, pengembangan pariwisata serta, mendorong berkembangnya ekonomi kreatif atau start up,” beber Mefri.

Dalam milestone jangka pendek, lanjutnya, telah terinput data pengelolaan irigasi pertanian untuk tujuh daerah irigasi dari 686 Daerah irigasi kewenangan kabupaten.

Sebagai penutup Mefri berharap, untuk milestone jangka Panjang akan ternput semua data pengelolaan irigasi pertanian, diantaranya jaringan irigasi tersier, dam parit dan embung pertanian, untuk seluruh daerah Irigasi di Kendal.

“Penambahan dan pengembangan fitur demi keberlanjutan Si-Peri Tani ke depan juga akan terus diupayakan dengan kolabarasi dengan berbagai stakeholder baik vertikal maupun horisontal, internal maupun ekternal,” pungkasnya. (HS-06)

 

PJT Salurkan Bantuan Air Bersih di Sejumlah Desa Jawa Tengah yang Terdampak Kekeringan

Mbak Ita Tegaskan Belum Ada Realisasi Pemindahan Kantor Pemkot Semarang