HALO KUDUS – Sejumlah pengemudi ojek wisata di kawasan objek wisata religi Menara Kudus, ditertibkan oleh Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Kudus, Minggu (13/8/2023).
Kasat Lantas Polres Kudus AKP Ivan Prabowo melalui Kanit Kamsel Ipda Turmudi mengatakan, kegiatan ini digelar menyusul banyaknya keluhan warga.
Menurut dia, Satlantas Polres Kudus telah banyak menerima keluhan dari warga, terkait ojek wisata menara yang mengemudi secara ugal-ugalan, dan kerap mengabaikan keselamatan berkendara.
Ia mencontohkan, banyak pengemudi ojek yang kerap membawa dua penumpang sekaligus.
Peziarah atau penumpang ojek wisata juga banyak yang tidak mengenakan helm.
Selain itu pelat nomor kendaraan yang ditutupi dengan nomor keanggotaan ojek.
“Kami cek ke lapangan dengan melakukan penindakan langsung siang ini,” kata dia.
Ipda Turmudi juga menyatakan pihaknya memberikan sosialisasi dan edukasi, namun mereka membandel.
“Meski sudah sering kami beri sosialisasi dan edukasi, masih banyak pengemudi ojek wisata yang membandel,” kata Ipda Turmudi, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Pada penertiban kemarin sore, petugas menindak tukang ojek yang membandel. Sejumlah peziarah yang menumpang ojek tidak mengenakan helm.
“Banyak pengendara ojek yang mengabaikan keselamatan dirinya dan penumpangnya, ini tentu sangat membahayakan” ujarnya.
Selain itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap berani melaporkan adanya gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah Kudus.
“Jadi nanti, setiap aduan akan direspon cepat untuk tindak lanjut informasi yang disampaikan oleh masyarakat itu. Tidak perlu khawatir, nantinya pihaknya akan melindungi dan merahasiakan pemberi informasi,” kata dia.
Adapun penyebab tukang ojek itu kebut-kebutan, menurut salah satu dari mereka, agar bisa segera antre lagi.
Sugiyono, pengojek Menara Kudus mengatakan dirinya biasanya sudah menyiapkan dua helm, namun, terkadang penumpang enggan memakai helm.
“Ngebut supaya bisa antre lagi. Tukang ojek kan banyak jadi ya saingan,” terangnya. (HS-08)