HALO KENDAL – Tasyakuran dan doa bersama secara sederhana digelar dalam rangka Ground Breaking Pembangunan Pasar Weleri I, yang dilaksanakan di lokasi Pasar Weleri I, Kabupaten Kendal, Rabu (26/7/2023).
Pasar Weleri I yang terbakar pada November 2020 lalu, sangat diharapkan pembangunannya oleh masyarakat terutama para pedagang yang menggantungkan hidup dari pusat perekonomian wilayah Kecamatan Weleri dan sekitarnya tersebut.
Sedikit tentang Pasar Weleri I, yang juga dikenal juga sebagai Pasar Weleri Induk, merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Kendal, yang berdiri sejak zaman Orde Lama, yaitu pada tahun 1960
Letaknya strategis di tengah Kota Weleri dan di pinggir jalan nasional, juga berjarak 50 meter dari Stasiun Kereta Api Weleri, menjadikan Pasar Weleri I selalu ramai dikunjungi masyarakat.
Hadir dalam acara Tasyakuran Ground Breaking Pembangunan Pasar Weleri I, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, perwakilan Forkopimda Kendal, perwakilan Polda Jateng, Kepala Diperindagkop UKM, Toni Ari Wibowo, Inspektur Kendal, Tavip Poernomo, dan jajaran Forkopimcam Weleri.
Hadir pula Ketua MUI Kendal, KH Asroi Tohir, Ketua FKUB Kendal, Idris Noor, para tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta perwakilan pedagang dan anak pedagang Pasar Weleri I.
Acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan doa tahlil yang dipimpin Ketua MUI Kendal Asroi Tohir. Dalam sambutannya, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengucapkan rasa syukur, setelah penantian beberapa tahun, akhirnya pembangunan Pasar Weleri I bisa segera dilaksanakan.
“Alhamdulillah pembangunan Pasar Weleri satu akan segera dimulai, dengan melakukan meletakan batu pertama. Semoga pembangunannya berjalan lancar dan selesai dengan waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Bupati menyebut, alokasi sumber pembiayaan pembangunan Pasar Weleri 1 Tahap I sebesar Rp 51 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2023. Dikatakan, pembangunan Pasar Weleri I harus dengan “Tepat Mutu, Tepat Waktu dan Tepat Biaya”.
“Ruang lingkup pekerjaan utama, terdiri dari persiapan, sistem manajemen keselamatan kontruksi atau SMKK, kemudian struktur dan atap, finishing arsitektur, sarana dan prasarana, serta mekanikal elektrikal,” bebernya.
Bupati menjelaskan, pembangunan Pasar Weleri I adalah sesuatu yang sangat penting dan mendesak. “Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembangunannya diperlukan adanya Jasa Konsultasi Manajemen konstruksi karena rencana pembangunan Pasar Weleri satu dengan luas bangunan 9.000 meter persegi dan dapat direalisasikan dalam bentuk fisik sesuai dengan perencanaan desain,” jelasnya.
Dengan dimulainya pembangunan Pasar Weleri, menurut Bupati menjadi langkah awal bersama dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Kendal khususnya pedagang dan masyarakat disekitar Pasar Weleri.
“Ditargetkan pada akhir tahun 2023 ini para pedagang sebanyak 1.300 orang sudah bisa memasuki Pasar Weleri yang sudah rampung dikerjakan ditahap satu. Dan saat ini masih kita pikirkan mekanismenya,” tandas Bupati.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dan diserahkan kepada Ketua MUI Kendal, Asroi Tohir.
Sementara itu, Penanggung Jawab Tehnik PT Chimarder – Bintang Rama KSO, Roni Winarto mengatakan, kontrak kerja pembangunan Pasar Weleri tahap I senilai Rp 50,4 miliar dengan waktu pengerjaan selama 150 hari.
“Pekerjaan terdiri pekerjaan persiapan, struktur, arsitek, mecanical electrical kemudian landscape. Untuk tahap ini ada dua lokasi tapi yang kita akan kerjakan yang sisi barat terlebih dahulu,” ujarnya kepada awak media.
Roni menjelaskan, pekerjaan yang sangat kritis terkait pembangunan Pasar Weleri adalah pekerjaan struktur fondasi. Di mana nantinya akan dipasang cerucuk bambu yang memerlukan bambu dengan jumlah sekitar 28 ribu titik cerucuk bambu.
“Kemudian yang kedua adalah pekerjaan strukturnya, akan kita kerjakan dengan metode zona per-zona. Dan yang ketiga adalah pekerjaan atap. Alhamdulillah kita sudah pesan barang untuk segera dipabrikasi atapnya. Jadi nanti struktur selesai atap langsung kita pasangkan,” jelasnya.
Meski dengan waktu yang terbilang singkat, namun menurut Roni, pihaknya optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.
“Nanti kita akan kebut. Kita akan bagi empat grup dengan waktu 12-13 jam. Insya-Allah kita optimistis bisa mengerjakannya dengan baik,” tandasnya.
Sedangkan Kepala Disdagkop UKM Kendal, Toni Ari Wibowo menambahkan, nantinya yang menjadi prioritas pedagang yang menempati lapak di Pasar Weleri Baru adalah pedagang lama atau yang menempati Pasar Weleri I sebelumnya.
“Jadi nantinya, kita prioritaskan pedagang yang telah mempunyai kios sebelumnya, meski tidak maksimal. Untuk sistemnya adalah sewa, seperti sebelumnya. Karena milik Pemda,” jelas Toni.(Advertorial-HS)