in

Ambles, Jalan Tembus Jangli-Undip yang Dibangun dengan Anggaran Rp 50 Miliar Diduga Salah Perencanaan

Ruas jalan alternatif Jangli menuju kampus Universitas Diponegoro (Undip) di beberapa bagian terlihat mengalami retak dan ambles.

HALO SEMARANG – Jalan tembus penghubung antara kawasan Jangli dengan Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, belum selesai dibangun. Namun jalan yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang itu telah mengalami kerusakan atau ambles.

Jalan itu mengalami retakan aspal yang cukup panjang dan besar di salah satu titik. Masyarakat pun diminta berhati hati ketika melintasi jalan tersebut. Pekerja juga memasang pembatas agar masyarakat tidak melewati area yang amblas itu. Satu alat berat juga terlihat ada di lokasi tersebut.

Supri, warga sekitar mengatakan, jalan yang amblas itu sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu setelah selesai dibangun. Dia menduga ada salah perencanaan dalam pembangunannya, sehingga konstruksi bangunan yang belum selesai dibangun mengalami kerusakan.

“Kemungkinan salah perencanaan. Soalnya jalur tersebut merupakan wilayah patahan, perencanaan pembangunannya gak memperhitungkan itu. Kalau warga tahu, daerah itu patahan,” katanya, baru-baru ini.

Informasi yang didapat halosemarang.id, dalam perencanaannya proyek jalan tersebut hanya dianggarkan Rp 100 juta, dengan proses penunjukan langsung (PL). Namun informasi tersebut belum diketahui kepastiannya, karena belum ada statmen resmi dari Pemkot Semarang.

Sementara terkait amblesnya jalan tembus Jangli – Undip yang sempat membuat ramai masyarakat karena telah menggunakan anggaran pembangunan dari APBD yang tidak sedikit, mendapat tanggapan dari DPRD Kota Semarang. Pihak DPRD Kota Semarang pun meminta ada kajian terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembangunan agar tidak terjadi hal serupa.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, bahwa pembangunan Jalan Jangli – Undip saat ini masih berproses. Pengerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pembangunan tahun lalu. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 50 miliar.

“Ini lanjutan yang kedua. Tahun kemarin sekitar Rp 30 miliar. Tahun 2023 ini sekitar Rp 20-an miliar, adalah anggaran lanjutan pembangunan,” papar Suharsono,” Minggu (9/7/2023).

Suharsono menjelaskan, pembangunan jalan tembus tersebut mengalami kendala di mana jenis tanah yang mana kondisi kering saat musim panas namun langsung lembek saat terjadi hujan. Untuk itu, perlu ada kajian mendalam agar tidak lagi retak atau pecah saat pembangunan selesai.

“Sebelum dilanjutkan (pembangunannya) kaji dan dimatangkan, saya minta selesaikan persoalan yang kemarin ada, baru dikerjakan lagi pembangunan. Kalau tidak ya siapapun kontraktornya kasihan akan timbul permasalahan-permasalahan,” ujar politikus PKS tersebut.

Menurutnya, pasti ada teknologi atau solusi yang bisa menyelesaikan persoalan jalan tersebut. Dia yakin, DPU Kota Semarang pasti sudah memahami jenis tanah seperti itu dan bisa melakukan penanganan.

Pihaknya juga memberikan masukan kepada dinas terkait untuk meminta saran kepada akademisi Undip terkait solusi penanganan apa yang harus dilakukan agar tidak lagi ambles dengan kondisi tanah demikian.

Sebab, perlu tindakan riil dan harus diselesiakan secepatnya karena anggaran cukup besar dan telah dinanti-nanti Undip maupun warga Tembalang dan sekitarnya.

“Sudah puluhan tahun dinanti Undip dan warga Tembalang supaya lebih mendekatkan. Sehingga kami harap ada kendala kondisi tanah jenis itu bisa diatasi,” pungkasnya.(HS)

Malam Minggu, Presiden Sapa Warga di Malioboro

Selebgram di Semarang Nyaris Jadi Korban Perampokan, Pelaku Tetangga Sendiri