HALO KENDAL – Sejumlah Pelaku UMKM di Kendal mengikuti Digital Talent Scholarship (DTS), yang digelar Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta, di Gedung Abdi Praja Setda Kendal.
Program pengembangan talenta digital merupakan program beasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan daya saing sumberdaya manusia (SDM) di bidang teknologi Informasi.
Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Christiany Juditha menjelaskan, kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari yakni Rabu-Kamis (5-6/7/2023) yang ditujukan untuk para pelaku UMKM.
Selama dua hari pelatihan, lanjutnya, peserta banyak mempelajari bagaimana cara mempromosikan produk secara menarik dan efisien melalui internet. Hal ini sangat berguna bagi UMKM daerah untuk memperkenalkan keunikan dan ciri khas produk yang mereka jual ke kancah nasional atau bahkan internasional.
“Di mana para pelaku UMKM akan diberikan pelatihan termasuk tehnik pemasaran melalui digitalisasi,” ujarnya, Rabu (5/7/2023).
Juditha menjelaskan, program pengembangan talenta digital nasional ini dibuka untuk seluruh masyarakat Indonesia. Meski demikian, tetap ada batasan jumlah peserta pada program ini. Sementara untuk materinya pemasaran digital tingkat dasar.
“Di antaranya peserta akan diajarkan bagaimana merancang foto untuk pemasaran produknya. Yang diharapkan para pelaku UMKM dapat mengembangkan ketrampilan digitalnya untuk menjual produk-produknya,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Disdagkop dan UKM Kendal, Lytria Wandwiati menjelaskan, kegiatan pelatihan diikuti sekitar 83 pelaku UMKM.
Dirinya juga menjelaskan saat ini ada sekitar 20 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Kendal yang telah menerapkan pemasaran digitalisasi.
“Di Kendal ada lebih dari 20 ribu pelaku UMKM yang sudah memasarkan produknya melalui digitalisasi. Kebanyakan dari mereka memasarkan produknya melalui aplikasi Tik Tok Shop,” ujarnya.
Sedangkan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Suharjo mengatakan, di era digital telah menjadi media baru dalam memasarkan produk yang akan dijual. Hal tersebut menurutnya tidak bisa ditawar lagi.
“Dengan keterbukaan informasi, semua produk yang diunggah ke internet dapat dilihat banyak orang di mana pun berada. Dengan memanfaatkan digital marketing, menjadi salah satu jawaban atas fenomena ini. Sehingga sebuah pengetahuan baru yang dapat dipelajari untuk meningkatkan penjualan di dunia digital,” ujarnya.
Bupati Kendal berharap, para pelaku UMKM di Kendal yang mengikuti pelatihan, dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari.
“Pelatihan bagi pelaku UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan penjualan mereka ke skala yang lebih luas. Sehingga Saya berharap, kesempatan baik ini dapat memberikan manfaat dan diimplementasikan oleh para peserta sebaik mungkin,” ungkapnya.
Selain kelas Pemasaran Digital, pelatihan DEA dari Program DTS Kominfo juga menyediakan beragam pelatihan kewirausahaan dan peningkatan kemampuan digital yang dibutuhkan pada era modern seperti saat ini.(HS)