in

Jelang Idul Adha 2023, Harga Sapi dan Kambing di Kendal Mulai Naik, Penjualan Masih Sepi

Foto ilustrasi kambing kurban.

HALO KENDAL – Menjelang Hari Raya Kurban 2023, harga hewan sapi dan kambing di Kendal sudah mengalami kenaikan. Dari berbagai jenis sapi, rata-rata per ekor mengalami kenaikan harga sekitar Rp 2 juta per ekor. Sedangkan untuk kambing kenaikan rata-rata Rp 200 – Rp 300 ribu per ekor.

Salah seorang pedagang sapi di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kendal, Edy Subianto mengatakan, pada Idul Adha kali ini harga hewan sapi untuk kurban, mulai Rp 23 juta hingga Rp 34 juta per ekor. Padahal pada tahun lalu, sapi kurban yang dijual mulai harga Rp 21 juta hingga Rp 31 juta per ekor.

“Kalau permintaan sih menurun, sampai sekarang baru terjual 25 ekor, kalau tahun lalu laku sampai 50 ekor, khusus di wilayah Kendal dan masih ditambah permintaan dari daerah Jawa Barat,” terang Edy.

Dirinya menjelaskan, kondisi hewan sapi saat ini lebih bagus daripada tahun lalu, yang banyak terserang penyakit mulut dan kuku atau (PMK) dan LSD, namun sekarang sudah aman.

“Meski masih ada penyakit PMK dan LSD, namun di Kendal sudah menurun tajam. Sehingga tidak membahayakan, bahkan bisa dibilang aman, gak seperti tahun lalu, banyak yang kena PMK,” jelas Edy.

Dirinya juga memastikan, hewan sapi yang dijual untuk kurban dalam kondisi sehat dan baik. Pasalnya semua hewan sapi yang dijual juga sudah memiliki surat keterangan sehat.

“Sudah diperiksa oleh petugas kesehatan dan sudah divaksin. Alhamdulillah sapi saya dinyatakan sehat semua,” imbuh Edy.

Berbeda dengan hewan sapi, penjualan hewan kambing kurban belum begitu ramai. Bahkan di beberapa tempat yang tahun-tahun sebelumnya menjual kambing kurban, namun kali ini tidak terlihat.

Jumadi, salah seorang pedagang kambing kurban di tepi Jalan Raya Trompo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal mengaku, dirinya baru menjual sepuluh ekor kambing. Padahal menurutnya, pada tahun lalu, sepuluh hari menjelang Idul Adha sudah terjual 25 ekor lebih.

“Lebih ramai tahun lalu. Kalau tahun lalu, sepuluh hari menjelang Idul Adha sudah laku sekitar 25 ekor. Ya tapi mungkin biasanya paling ramai tiga hari sebelum hari raya kurban,” ungkapnya.

Jumadi yang sudah bertahun-tahun menjual kambing kurban tersebut menjelaskan, saat ini harga kambing kurban mengalami kenaikan dibandingkan harga tahun lalu.

“Harga kambing kurban kali ini mulai Rp 3,7 juta hingga Rp 5 juta per ekor. Sedangkan tahun lalu, harga kambing kurban mulai Rp 3,4 juta per ekor. Harganya naik rata-rata sekitar Rp 300 ribu per ekor,” jelasnya.

Jumadi juga mengaku, semua hewan kambing kurban yang dijualnya sudah diperiksa terlebih dahulu oleh petugas kesehatan hewan. Bahkan petugas kesehatan hewan sudah dua kali melakukan pemeriksaan.

“Sejak saya mulai membuka lapak dua pekan lalu kambing-kambing saya sudah diperiksa dua kali oleh petugas kesehatan dan diberi obat gratis juga untuk jaga-jaga, kalau ada yang sakit. Jadi dijamin sekarang sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, stok hewan sapi maupun kambing untuk kurban di Kendal dijamin aman. Apalagi Kendal termasuk sentra ternak kambing di Jawa Tengah.

Dijelaskan, sebagian besar hewan sapi untuk kurban berasal dari daerah Jawa Timur, sehingga sebelum masuk wilayah Kendal harus menunjukkan surat keterangan sehat.

“Kalau ada yang ketahuan tidak ada surat keterangan sehat, terpaksa harus dikembalikan ke daerah asal membelinya,” jelas Pandu.

Terkait dengan PMK dan LSD, menurut ia saat ini kondisinya sudah aman dan tidak membahayakan lagi. Apalagi cakupan vaksin juga sudah melampaui target minimal yang ditentukan sebesar 70 persen.

“Vaksinasi sudah mencapai 79 persen, namun vaksinasi hewan masih terus berjalan, sesuai kebutuhan,” ujar Pandu.

Lebih jauh dirinya menyebut, untuk tahun lalu jumlah hewan sapi untuk kurban sebanyak 2.883 ekor, dan tahun ini pun diperkirakan jumlahnya hampir sama.

Pandu juga mengingatkan kepada pembeli untuk lebih jeli dalam memilih hewan kurban. Selain itu, dipastikan kondisinya dalam kondisi sehat dan baik.

“Jadi kalau ada yang menemukan sapi yang kondisinya sakit, bisa melaporkan ke petugas Dinas Pertanian dan Pangan melalui bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” bebernya.

Sedangkan terkait kambing kurban, Pandu juga meminta kepada para pedagang kambing kurban supaya dalam membangun kandang yang sesuai standar kesehatan atau model kandang panggung.

“Kambing itu gampang sakit, bisa karena bakteri atau virus, jadi kandang harus sesuai standar, jangan langsung di tanah. Jadi hewan untuk kurban dipastikan dalam kondisi harus sehat,” tandasnya.

Oleh karena itu, pihak Dinas mengerahkan sejumlah petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan di seluruh tempat penjualan hewan kurban, baik kambing, domba, sapi maupun kerbau.

“Kami punya sembilan dokter hewan, dibantu paramedis dari sarjana peternakan, kemudian juga ada sarjana pertanian yang sudah diberi bekal untuk melakukan pemeriksaan hewan. Sehingga semua akan bergerak mulai 27 Juni nanti,” pungkas Pandu. (HS)

 

Lewat Halaqoh Kebangsaan, MP3I Komitmen Jalin Sinergi dengan Semua Unsur Masyarakat

Gabungan Seniman Ganjar di Salatiga Resmi Dukung Ganjar Presiden 2024