in

Jemaah Haji Diimbau Waspada Serangan Penyakit Jantung

Foto : sehatnegeriku.kemkes.go.id

 

HALO SEMARANG – Kementerian Kesehatan RI, mengimbau jemaah haji, untuk mewaspadai penyakit jantung.

Kewaspadaan ini penting, karena hingga hari ke-25 penyelenggaraan ibadah haji, terdapat 42 dari 78 jemaah haji, meninggal di Arab Saudi akibat penyakit jantung.

Penanggung jawab Medis KKHI Makkah,  Muhaimin Munizu, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id,  menyampaikan bahwa penyakit jantung dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko, seperti usia dan penyakit komorbit.

Dia menjelaskan bahwa laki-laki yang berusia lebih dari 45 tahun dan wanita berusia lebih dari 55 tahun, berisiko terkena penyakit jantung.

Dari segi usia, fenomena peningkatan jumlah jemaah haji lansia tahun ini, menjadi peringatan pada pemantauan pelayanan kesehatan terutama terkait penyakit jantung.

Adapun jumlah warga lanjut usia (lansia) Indonesia yang tahun ini melaksanakan ibadah haji, sebanyak 66.943 orang, dari total kuota regular sebesar 210.680 orang atau mencapai 31,8 persen.

Faktor risiko kedua, adalah penyakit komorbit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kolesterol yang dapat menimbulkan risiko terkena penyakit jantung.

Melalui Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH), diketahui banyak jemaah haji lansia Indonesia memiliki penyakit penyerta tersebut.

Lebih lanjut, Muhaimin menyampaikan bahwa ditemukan juga warga Indonesia yang sudah dalam terapi penyakit jantung koroner atau pernah gagal jantung, juga ikut melaksanakan ibadah haji.

Oleh karenanya jemaah haji dengan riwayat penyakit jantung dan faktor risiko, menjadi prioritas bagi petugas kesehatan, untuk dilakukan pemantauan terus menerus.

Selain faktor risiko, jemaah haji perlu mewaspadai faktor pencetus terjadinya gangguan akut pada jantung atau lebih dikenal dengan serangan jantung.

Faktor pencetus tersebut seperti aktivitas fisik yang melampaui kemampuan, hingga menimbulkan kelelahan, istirahat yang kurang, dan ditambah dengan cuaca ekstrem.

“Banyak jemaah haji sakit yang dirujuk di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi, dengan keluhan serangan jantung, mayoritas sebelumnya menjalani aktivitas fisik yang berat seperti umrah. Pasien mengalami serangan jantung pascamelakukan tawaf atau sa’i,” kata Muhaimin.

Dia menyampaikan, peserta ibadah haji dengan penyakit jantung, masih bisa menjalankan ibadah secara lancar, namun harus disesuaikan dengan kemampuan dan tidak memaksakan diri.

Oleh karenanya mereka yang berpenyakit jantung, disarankan untuk menggunakan bantuan kursi roda. Selain itu juga diimbau untuk menjalankan aktivitas pada malam hari, untuk menghindari cuaca panas yang ekstrem.

“Seharusnya jemaah dengan penyakit jantung, tidak dipaksakan untuk beraktivitas fisik yang berat. Solusinya bisa difasilitasi dengan penggunaan kursi roda. Selain itu disarankan kepada jemaah haji untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan ibadah wajib seperti pada malam hari untuk menghindari cuaca ekstrem”, jelasnya

Jemaah haji perlu mewaspadai tanda-tanda serangan jantung seperti tiba-tiba merasa nyeri hebat di dada sebelah kiri, sesak nafas, kelelahan ekstrem, keringat dingin dan nyeri ulu hati.

Jika mengalami tanda-tanda seperti ini, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan terdekat, atau segera memeriksakan diri ke Tenaga Kesehatan Haji yang ada di Kloter (TKH).

Selanjutnya TKH diharapkan juga bisa lebih cepat melakukan skrining dengan pemeriksaan EKG.

Alat rekam jantung /EKG sudah disediakan di setiap pos kesehatan sektor, sehingga deteksi dini penyakit jantung dapat lebih mudah dilakukan.

“Jika jemaah mengalami tanda-tanda serangan jantung, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan. TKH di kloter bisa cepat melakukan pemeriksaan EKG yang ada di pos kesehatan sektor. Harapannya mencegah komplikasi dari serangan jantung itu sendiri,” kata Muhaimin.

Dia menegaskan bahwa deteksi dini kejadian gangguan jantung akut atau serangan jantung sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi dari serangan jantung.(HS-08)

Dapat Makan Tiga Kali Sehari, Ini Dia Awal Mula Pelayanan Katering untuk Jemaah Haji Indonesia

Tips Jemaah Haji Sakit Jantung Dapat Menjalankan Ibadah Haji dengan Lancar