in

Pemkot Pekalongan Optimistis Predikat Layak Anak Bakal Meningkat

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menerima kunjungan dari Tim verifikasi lapangan KLA tahun 2023, dari KemenPPPA RI dan DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, di ruang kerjanya, Kamis(15/6/2023). (Foto : pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, optimistis peringkat Kota Pekalongan, terkait kota layak anak (KLA), tahun ini dapat meningkat dan madya ke nindya atau bahkan melompat ke utama.

Harapan itu disampaikan Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, terkait dengan kunjungan dari Tim verifikasi lapangan KLA tahun 2023 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI).

Kedatangan tim Pemerintah Pusat itu, didampingi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah ke Kota Batik.

Adpun verifikasi yang dilakukan, adalah mengecek kesesuaian dokumen administrasi dengan praktik di lapangan, terkait komitmen KLA.

Kunjungan tim verifikasi ini, disambut langsung oleh Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, di ruang kerjanya, Kamis(15/6/2023).

Menurut Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, untuk KLA di Kota Pekalongan tahun 2022 lalu sudah berada di predikat Madya dan nilainya kurang sedikit lagi untuk mencapai predikat nindya.

“Alhamdulillah, untuk tahun 2022 kemarin terkait predikat Kota Layak Anak (KLA), Kota Pekalongan ini sudah menyandang predikat Madya. Antara Madya naik satu tingkat di atasnya menjadi Nindya nilainya kurang sedikit,” kata dia.

Aaf optimistis pada 2023 ini, ada peningkatan predikat KLA, untuk Kota Pekalongan, baik naik tingkat nindya maupun bisa meloncat menjadi utama.

“Saya melihat keseriusan dari para OPD terkait untuk Kota Pekalongan Ramah Anak ini kinerjanya sudah luar biasa. Pendampingan dari tim Provinsi Jawa Tengah selaku pembina juga sudah sangat luar biasa dan tahu bagaimana kinerja Pemkot Pekalongan selama ini, stakeholder yang terkait, dan sebagainya,” tegasnya.

Pihaknya berharap, kedatangan tim verifikasi ini bisa membawa perubahan baik untuk Kota Pekalongan.

“Kami siap juga menerima masukan jika ada hal-hal yang memang perlu perbaikan terkait KLA,” ungkapnya.

Sementara itu,  perwakilan tim verifikasi sekaligus Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak Kondisi Khusus pada KemenPPA RI, Elvi Hendrani menjelaskan, tim verfikasi akan turun ke lapangan untuk memastikan pemenuhan indikator KLA di Kota Pekalongan.

Evi menyebutkan, beberapa hal yang ditinjau, seperti penguatan anak, penguatan keluarga, pemenuhan kesehatan anak,  pemenuhan hak pendidikan, serta bagaimana perlindungan terhadap anak kurang beruntung yang masuk perlindungan khusus seperti anak korban terorisme, kekerasan, penelantaran dan lainnya.

“Tidak hanya itu, kami juga ingin mengetahui apakah pembangunan atau sistem perlindungan anak ini, sudah dilakukan dari tingkat paling kecil juga akan dilihat seperti desa/ kelurahan layak anak yang apakah disini sudah dibangun, termasuk kemitraan dengan 4 pilar yang menggandeng dunia usaha, OPD, lembaga masyarakat hingga media massa yang menjadi pilar-pilar kokoh perlindungan anak juga akan menjadi fokus penilaian kami,” kata dia. (HS-08)

Datangi SMA N 1 Wonotunggal Batang,  Polisi Ajak Pelajar Disiplin Berlalulintas

FEB Undip Buka Program Studi Bisnis Digital yang Inovatif