in

Gelar Pertemuan, RSUD dr H Soewondo Kendal Tingkatkan Komunikasi dengan Group Jejaring Pelayanan

Para peserta Sosoalisasi Pembinaan Group Jejaring Pelayanan Rujukan yang digelar di Ruang Haemodialisa (HD) RSUD dr H Soewondo Kendal, Kamis (8/6/2023).

HALO KENDAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soewondo Kendal kembali menggelar Sosoalisasi Pembinaan Group Jejaring Pelayanan Rujukan yang digelar di Ruang Haemodialisa (HD), Kamis (8/6/2023).

Seperti sebelumnya, pertemuan digelar dalam rangka silaturahmi, sekaligus meningkatkan komunikasi yang baik antara RSUD dr H Soewondo Kendal dengan puskesmas-puskesmas yang ada wilayah Kendal.

Acara dibuka Direktur RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Saikhu, didampingi Wadir Pelayanan Medik, dr Mastutik, dan Kabag Humas RSUD, Sulistio, serta dihadiri perwakilan dari puskesmas se-Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya, Direktur RSUD berharap, dengan adanya jejaring antara rumah sakit dan puskesmas akan menimbulkan hal positif dan dapat terjalin komunikasi yang baik, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Rumah sakit dengan puskesmas itu sama-sama milik pemerintah, sehingga dapat terjalin jejaring yang baik antara rumah sakit dan puskesmas. Sehingga dengan adanya jejaring antara rumah sakit dan puskesmas, akan menimbulkan hal positif, sehingga nanti puskesmas bisa merujuk pasien puskesmas ke rumah sakit,” ungkap dr Saikhu.

Menurutnya, jaringan pelayanan kesehatan perlu dikelola dan dioptimalkan serta dilakukan pembinaan agar dapat memberikan pelayanan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan yang mudah diakses oleh masyarakat. Khususnya masyarakat Kendal dan sekitarnya.

Saat ini, lanjut dr Saikhu, pemerintah memprioritaskan penanggulangan penyakit dengan masalah kesehatan terbesar di dunia, penyebab mortilitas, morbilitas yang tinggi dan beban pembiayaan jaminan kesehatan nasional yang sangat besar, khususnya pada sembilan jenis layanan prioritas kesehatan. Yaitu penyakit jantung, kanker, stroke, kesehatan ibu dan anak, diabetes mellitus, uronefrologi, gastrohepatologi, tuberkulosis, penyakit infeksi emerging.

Direktur RSUD dr Soewondo Kendal, dr Saikhu (tengah) saat memberikan sambutan dalam Sosoalisasi Pembinaan Group Jejaring Pelayanan Rujukan yang digelar di Ruang Haemodialisa (HD) RSUD dr H Soewondo Kendal, Kamis (8/6/2023).

Untuk itu dalam mengatasi berbagai masalah yang timbul di rumah sakit rujukan dibutuhkan kolaborasi antarrumah sakit dan juga puskesmas untuk mempercepat pemenuhan terhadap standar.

“Kolaborasi antarrumah sakit dan puskesmas, untuk mempercepat pemenuhan standar, salah satunya melalui program pengampuan. Pengampuan rumah sakit dilakukan untuk meningkatkan efektifitas pelayanan, meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi kesenjangan akses pelayanan,” imbuh dr Saikhu.

Siagameni Stroke

Acara juga diisi dengan launching “Siap Menjaga Melayani dan Mengintervensi” (Siagameni) Stroke, dalam rangka Sinergitas Kolaborasi Pelayanan Kesehatan Neurointervensi Menuju RSUD dr H Soewondo Kendal Sebagai Rumah Sakit Rujukan.

“Kami berharap, para peserta dari group jejaring, dapat mengikuti kegiatan launching sekaligus memahami pemaparan terkait penangan dan rujukan untuk pasien,” imbuh dr Saikhu.

Ahli bedah syaraf RSUD Kendal, dr Ashari mengatakan, penyakit stroke didefinisikan sebagai serangan tiba-tiba terhadap pembuluh pada jaringan otak. Menurutnya, stroke masih menjadi penyebab kecacatan nomor satu di dunia.

Bagian Bedah syaraf RSUD Kendal, dr Ashari saat memberikan pemapara materi.

Dijelaskan, satu dari enam orang di Indonesia diperkirakan meninggal akibat penyakit ini, dan angkanya diprediksi masih akan terus meningkat.

“Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bertambah luasnya cakupan kelompok yang bisa terserang penyakit ini. Jika dahulu penyakit ini lebih banyak atau bahkan hanya bisa menyerang kelompok orang lanjut usia atau para lansia, kini penyakit ini sudah bisa menyasar kelompok usia muda,” jelas dr Ashari.

Stroke bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu penyumbatan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan aliran darah ke otak tidak lancar. Kemudian perdarahan di otak yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak.

“Pernah kan kita mendengar gejala stroke dapat diawali hanya dengan perasaan kesemutan atau rasa kebas dan baal pada salah satu bagian tubuh, juga gejala dengan gangguan penglihatan dan pusing berputar maupun perasaan melayang,” beber dr Ashari.

Bukan hanya itu, pecahnya salah satu pembuluh arteri dalam otak, stroke hemoragik menyebabkan terjadinya perdarahan pada otak, sehingga aliran darah berkurang atau terputus. Hal ini dapat membuat otak kekurangan pasokan oksigen, yang berimbas pada matinya sel-sel otak dan terganggunya fungsi otak secara permanen.

“Pecahnya pembuluh darah di dalam otak itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah cedera kepala berat. Oleh karena itu, ketika mengalami cedera pada bagian kepala, segeralah cari rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan dan diagnosis dini, kalau-kalau ternyata menyebabkan stroke hemoragik,” imbuh dr Ashari.

Belum lagi, cedera kepala termasuk penyebab tersering kematian dewasa muda di seluruh dunia, yang disebabkan kecelakaan lalu lintas penyebab tersering.

“Cedera kepala secara luas didefinisikan sebagai adanya tanda-tanda sebagai berikut, riwayat benturan pada kepala, adanya cedera pada scalp yang dapat berupa hematom atau abrasi, adanya gambaran fraktur pada foto polos atau pada CT Scan kepala, adanya gambaran klinis fraktur basis kranii dan adanya gambaran klinis cedera otak (penurunan kesadaran, amnesia, defisit neurologis, kejang),” imbuhnya.

Sehingga, lanjut dr Ashari, penanganan stroke secara cepat dapat mencegah kecacatan dan menyelamatkan nyawa.

“Satu-satunya obat untuk stroke iskemik atau penyumbatan dengan cara menghancurkan gumpalan darah yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah otak,” lanjut dr Ashari.

Pilihan lain penanganan stroke yaitu dengan Trombektomi mekanik (Mechanical Thrombectomy), di mana suatu alat trombektomi dimasukkan ke pembuluh darah otak dengan cara kateterisasi tanpa pembedahan atau sayatan untuk mengeluarkan gumpalan yang menyumbat aliran darah otak.

“Prosedur endovascular dapat pula dipergunakan untuk menangani beberapa jenis stroke hemoragik atau pecahnya pembuluh darah otak yang diakibatkan oleh kelainan pembuluh darah otak seperti aneurisma dan AVM atau arteriovenous malformation,” papar dr Ashari.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh para peserta dari perwakilan puskesmas yang ada di Kendal, bersama para dokter RSUD dr H Soewondo Kendal.

Dalam sesi tanya jawab, para tenaga kesehatan dari puskesmas banyak menanyakan terkait program pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional (JKN).(HS)

Desa Wisata Trayu Kendal, Dapat Bantuan Pengembangan Rp 100 Juta dari Pemprov Jateng

Kecelakaan Maut Truk Galian C di Jalan Prof Hamka, Dewan Minta Pemkot Semarang Evaluasi Jadwal Operasional Kendaraan Berat