HALO SPORT – Francis Ngannou sudah melupakan Ultimate Fighting Championship (UFC) dan kini memantapkan langkahnya berkompetisi di Professional Fighters League (PFL).
Ngannou meninggalkan UFC dalam statusnya sebagai juara kelas berat.
Banyak pro dan kontra terkait keputusan Ngannou itu, mengingat PFL merupakan saingan dari UFC dan dianggap belum sebesar kompetisi yang dipimpin Dana White tersebut.
Dana White sepertinya masih belum menerima dengan ikhlas keputusan The Predator (Si Pemangsa), julukan Francis.
White terang-terangan mengkritisi aturan kontrak PFL untuk Ngannou.
Dia menilai petarung asal Kamerun itu tidak mau mengambil risiko.
Diserang White, Ngannou enggan tinggal diam.
Menurut pria 36 tahun itu, dia telah menyelesaikan kontrak dengan UFC secara benar.
Yang sebenarnya terjadi adalah Francis memilih pergi, bukan UFC yang melepaskannya.
Ngannou merasa dihargai dan dibayar dengan pantas di PFL.
’’Saya telah menyelesaikan kontrak saya, berstatus agen bebas, dan memilih untuk pergi. Alasan saya bertarung tiga kali dalam tiga tahun adalah karena Anda ingin mengendalikan kontrak saya dan menandatangani kontrak baru, serta membekukan saya,’’ ujar Ngannou seperti dilansir dari Championat.
Dia mengaku nyaman di PFL karena dibayar dengan pantas, dihormati, dan memiliki kesepakatan yang adil.
Si Pemangsa heran dengan komentar White yang seperti belum rela kehilangan dirinya.
Ngannou dikenal memiliki pukulan yang sangat keras.
Rekornya di ajang mixed martial arts (MMA) profesional adalah 17 kali menang dan tiga kali kalah.
Tiga kekalahannya terjadi saat menghadapi Derrick Lewis, Stipe Miocic, dan Zoumana Cisse. (HS-06)