in

Kemenag dan Kantor Pos Berangkatkan 1.019 Koper Calon Haji Asal Grobogan ke Donohudan

Polres Grobogan mengamankan pengiriman koper calon haji, di Masjid Jabalul Khoir Purwodadi, Grobogan, Senin (22/5/2023) menuju Donohudan. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Polres Grobogan melakukan pengamanan pengiriman koper calon haji, yang dilaksanakan di Masjid Jabalul Khoir Purwodadi, Grobogan, Senin (22/5/2023).

Dalam kegiatan itu, sebanyak 1.019 koper calon haji asal Grobogan, diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan (AHD) Ngemplak, Boyolali.

Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setyanto, pengiriman koper itu dilakukan olah panitia Haji Kabupaten Grobogan dan petugas pengiriman koper dari kantor pos.

‘’Untuk pengirimannya, terbagi menjadi 3 kloter. Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB,’’ kata Kapolsek Purwodadi, seperti dirilis humas.polri.go.id.

AKP Dedy Setyanto menambahkan, kloter pertama pemberangkatan koper calon jamaah haji itu terdiri atas 360 koper.

‘’Yang pertama koper calon jamaah haji asal Kecamatan Toroh, Geyer, Wirosari, Godong, Tanggungharjo, Gubug, Grobogan, Tegowanu, Kedungjati dan Gabus,’’ ujar AKP Dedy Setyanto.

Kloter kedua yang diberangkatkan sebanyak 360 koper, yakni dari calon jamaah haji asal Kecamatan Purwodadi, Klambu, Wirosari, Godong, Brati, Tanggungharjo, Pulokulon, Tawangharjo, Penawangan, Toroh, Geyer, Kedungjati, Gubug, Karangrayung, dan Ngaringan.

‘’Untuk kloter ketiga, sebanyak 299 koper. Yakni dari Kecamatan Penawangan, Wirosari, Pulokulon, Gabus, Kradenan, Brati, Tawangharjo, Toroh, Tegowanu, Tanggungharjo Kab. Grobogan dan Kota Semarang,’’ jelas Kapolsek Purwodadi Polres Grobogan.

Total calon jemaah haji di Grobogan tahun ini mencapai 914 jamaah. Ratusan jemaah tersebut akan terbagi dalam tiga kloter keberangkatannya.

Dilarang

Sebelumnya, Konjen RI di Jeddah, Eko Hartono mengingatkan para calon haji untuk tidak membawa jimat dalam beragam bentuknya.

Mereka juga diingatkan untuk tidak membawa peluru dan senjata tajam, karena itu juga dilarang.

Pesan ini disampaikan Konjen RI, saat menggelar rapat koordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah.

Hadir Ketua PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid, Konsul Haji KJRI Jeddah yang juga Wakil Ketua PPIH Nasrullah Jasam, Kadaker Bandara Haryanto, Kadaker Madinah Zaenal Muttaqin, Kadaker Makkah Khalilurrahman, serta jajaran KJRI Jeddah.

“Jamaah jangan sampai bawa jimat. Itu bisa kena pasal sihir di Saudi. Hukumannya berat. Ini agar diperhatikan,” kata Eko Hartono di Jeddah, Minggu (21/5/2023), seperti dirilis kemenag.go.id.

“Jangan juga membawa peluru. Ada pengalaman WNI bermasalah karena membawa satu peluru,” sambungnya.

Eko menggarisbawahi, bisa saja satu peluru itu tidak sengaja dibawa. Namun Saudi sangat ketat dalam aturan ini. “Dia bahkan sempat ditahan sampai tiga bulan,” sebutnya.

Persoalan pelindungan jemaah lainnya terkait dengan pencekalan. Konjen RI mengingatkan bahwa Saudi memberlakukan masa cekal 10 tahun.

Sehingga, warga yang pernah dideportasi atau dicekal, tidak bisa masuk ke Saudi sebelum melewati masa 10 tahun.

“Masa cekal juga berlaku bagi jemaah umrah dan haji. Jemaah perlu diinfo kalau pernah dicekal dan dideportasi, pastikan kejadian itu sudah lebih 10 tahun. Saudi makin ketat,” tandasnya.

Eko Hartono juga meminta jemaah untuk tidak mengambil gambar atau foto objek-objek yang dilarang.

Salah satunya adalah guest house atau istana Raja di dekat Masjidil Haram. Menurutnya, terjadi sejumlah kasus yang dialami jemaah umrah karena memotret area terlarang, termasuk istana raja.

“Jemaah juga agar jangan sembarangan membuat konten negatif saat berada di Masjidil Haram lalu diunggah di media sosial. Misal, pengalaman kehilangan sandal padahal lupa meletakkannya lalu dibuat konten video. Ini juga bisa bermasalah,” tuturnya.

Jemaah haji Indonesia akan mulai tiba di Madinah pada 24 Mei 2023. Kloter pertama asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) akan menjadi rombongan perdana yang mendarat di Madinah. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz pukul 6.20 waktu Arab Saudi.

Mereka akan mejalani ibadah Arbain (salat wajib berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu) di Madinah sebelum diberangkatkan ke Makkah. (HS-08)

Sambangi Pesantren, Polres Jepara Lakukan Penyuluhan Bahaya Radikalisme

Enggan Lihat Kelemahan Lawan