in

7.183 Warga Sudah Aktivasi IKD Lewat Disdukcapil Batang

Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), di Kantor Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Selasa (7/3/2023). (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batang menargetkan, pada tahun ini sebanyak 25 persen dari penduduk yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik, atau sekitar 151.000 penduduk, sudah dapat terdaftar dalam Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Hal itu disampaikan Operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Disdukcapil Batang. Tri Asih, setelah sosialisasi IKD, di aula Kantor Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Selasa (7/3/2023).

Adapun hingga Selasa, pihaknya telah berhasil melakukan aktivitasi sebanyak 7.183 penduduk.

Capaian ini antara lain berkat upaya sosialisasi terus menerus tentang IKD, yang dilakukan Disdukcapil Batang.

Dalam sosialisasi tersebut, Disdukcapil Batang juga melakukan upaya jemput bola untuk mengaktivasi IKD, demi mempercepat digitalisasi Administrasi dan Kependudukan (Adminduk) masyarakat Kabupaten Batang.

Sosialisasi dan jemput bola, tak hanya dilakukan di kantor kelurahan dan balai desa, tetapi juga ke sekolah-sekolah.

“Kegiatan ini terus digencarkan secara bertahap hingga menyeluruh semua desa dan kelurahan,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Menurut dia, kegiatan sosialisasi dan aktivasi IKD selalu mendapat sambutan positif dari warga.

Banyak dari warga di wilayah tersebut, yang kemudian mengikuti proses pendaftaran dan aktiviasi IKD.

Hal ini menunjukkan, bahwa dengan upaya jemput bola, bisa menarik banyak warga untuk mengikuti aktivasi IKD.

Bahkan di setiap acara sosialisasi, pihaknya bisa mengaktivasi IKD lebih dari 180 penduduk.

Menurut dia, IKD ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan KTP elektronik yang biasa.

Salah satunya adalah warga tidak perlu mencetak ulang, jika KTP milik mereka hilang atau rusak.

Selain itu jika ada perubahan data, misalnya pindah tempat tinggal, datanya pun bisa segera di-update, tanpa harus menunggu proses pencetakan KTP.

“Untuk mengurus data lainnya, misal perbankan, juga sudah bisa pakai KTP digital, jadi lebih memudahkan,” kata dia.

Sementara, Cahyo (57) warga Proyonanggan Selatan, menyatakan mendukung program pemerintah ini, karena menurutnya akan memberi berbagai kemudahan baginya dalam mendapatkan pelayanan, yang berkaitan dengan data kependudukan.

“Saya mendukung program ini, karena ternyata memang mudah, tidak sulit, tadi sudah dijelaskan semuanya, tinggal diklik masukkan sandi sudah muncul semua data keluarga, mudah dan efisien,” ujar dia. (HS-08)

Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1444 H, Inflasi dan Pergerakan Pemudik Jadi Perhatian Ganjar

Buntut dari Kebakaran di Plumpang, Polisi Periksa 24 Orang