HALO KENDAL – Gedung eks Puskesmas Gemuh II yang berlokasi di Desa Gebang Kecamatan Gemuh akan dimanfaatkan menjadi gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pemanfaatan dilakukan setelah Puskesmas Gemuh II yang semula berada di depan Balaidesa Gebang dipindah ke Jalan Pantura Desa Tlahab Kecamatan Gemuh.
Kepala Desa Gebang Nurkholis menjelaskan, gedung eks Puskesmas berada di atas tanah desa kini sudah berdiri megah di tanah aset milik Dinas Kesehatan yang berlokasi di jalur Pantura.
“Karena Puskesmas Gemuh II menempati lokasi strategis, gedung lama tidak terpakai dan akan diratakan, dan saya meminta agar bangunan tidak diratakan karena akan saya gunakan untuk PAUD,” terang Nurkholis saat ditemui di bangunan eks Puskesmas di Desa Gebang, Rabu (30/3/2022).
Hal tersebut untuk menjawab aksi puluhan warga yang mendatangi kantor Kecamatan Gemuh, Selasa (29/3/2022) kemarin, yang menuntut dirinya untuk mundur dari jabatan sebagai kades, karena dianggap melakukan hal-hal yang tidak sesuai dan melanggar aturan.
Nurcholis menjelaskan, gedung eks puskesmas tersebut dibeli bangunannya oleh Nurkholis saat akan diratakan oleh pihak pemenang proyek pembongkaran bangunan.
“Daripada dibongkar bangunannya saya berinisiatif untuk membeli dari pihak pemenang proyek pembongkaran untuk dipergunakan bagi warga,” lanjutnya.
Dikatakan, dirinya sempat terlambat untuk membelinya kembali dari pihak pemenang proyek pembongkaran sehingga beberapa komponen bangunan sudah dilepas. Meski demikian bukan menjadi masalah baginya dan akan segera memperbaiki.
Dia juga menjelaskan sebagai Kepala Desa Gebang yang baru menjabat, ia menanyakan kondisi desa termasuk tanah desa yang di atasnya didirikan bangunan Puskesmas.
“Semua aset desa saya lakukan pengecekan, sebagai kepala desa saya harus mengetahui hal tersebut, dan bukan hal yang aneh, namun permasalahn tersebut sudah selesai,” jelasnya.
Sementara terkait tudingan warga yang menuduh dirinya melakukan pungli kepada penerima Bantan Langsung Tunai (BLT) melalui perangkat desanya, Nurcholis menjelaskan sejak menjabat sebagai Kepala Desa dirinya sangat berhati-hati, agar amanah yang diberikan kepadanya bisa dilaksanakan.
Ia juga sering mewanti-wanti kepada para perangkat untuk tidak menciderai warga dengan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saat ini yang rawan adalah Bantuan Langsung Tunai atau BLT, terutama yang bersumber dana desa harus bisa sampai ke warga tanpa adanya potongan, saya akan tegur keras apabila ada bawahan saya yang melakukan hal tersebutl,” pungkas Nurcholis.
Sebelumnya puluhan warga Desa Gebang Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal mendatangi Kantor Kecamatan Gemuh, Selasa (29/3/2022).
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Camat dan Kasi Trantib Kecamatan Gemuh, perwakilan warga menyampaikan beberapa permasalahan, salah satunya terkait bangunan puskesmas.
Salah seorang peserta aksi Muhamad Munawir mengaku, dirinya mendapat amanat dari warga untuk menyampaikan kekecewaan warga, terkait pemindahan Puskesmas Gemuh II, yang sebelumnya berada di tanah milik Desa Gebang, sekarang dipindah di jalur pantura.
“Warga kecewa, kenapa Puskesmas Gemuh II dipindah ke pinggir jalur pantura, yang jauh dari pemukiman warga. Sehingga warga yang ingin berobat ke sana menjadi jauh. Pemindahan itu diduga atas usulan Kepala Desa Gebang,” ujarnya. (HS-06)