in

38,7 Juta Pemudik Menuju Jateng, Taj Yasin Pastikan Infrastruktur hingga Mitigasi Bencana Siap Jelang Lebaran 2026

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bidang operasional tingkat Menteri secara daring di Ruang Vicon Lantai 7 Mapolda Jateng, Senin, 2 Februari 2026.

HALO SEMARANG — Jawa Tengah kembali menjadi magnet utama arus mudik nasional pada Idulfitri 2026. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 38,71 juta orang diproyeksikan bergerak menuju provinsi ini berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.

Menghadapi lonjakan mobilitas tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan kesiapsiagaan lintas sektor berjalan optimal.

“Insyaallah 10 hari menjelang Idulfitri seluruh titik perbaikan jalan, khususnya di Jawa Tengah, sudah diselesaikan. Jateng siap menjadi salah satu perlintasan utama arus mudik,” ujar Taj Yasin usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional tingkat Menteri secara daring di Mapolda Jateng, Senin (2/2/2026).

Menurut laporan Kementerian PUPR, sejumlah ruas jalan di Jawa Tengah saat ini masih dalam tahap perbaikan dan peningkatan kualitas. Namun seluruhnya ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik.

Pemprov Jateng memprioritaskan jalur utama dan jalur alternatif yang menjadi simpul perlintasan pemudik, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Taj Yasin menegaskan, koordinasi teknis terus dilakukan untuk memastikan kesiapan posko, rambu lalu lintas, penerangan jalan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Koordinasi terus kita lakukan agar para pemudik aman, nyaman, dan keluarganya senang,” tegasnya.

Selain infrastruktur, faktor cuaca menjadi perhatian serius. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan sedang hingga lebat masih terjadi pada periode awal Maret.

“Kita mengikuti arahan BMKG bahwa potensi hujan masih ada di beberapa titik. Karena itu kesiapsiagaan harus maksimal,” kata Taj Yasin.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa curah hujan pada Maret masih tergolong tinggi hingga sangat tinggi, terutama sampai minggu kedua.

“Sepuluh hari pertama Maret masih ada potensi hujan tinggi di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah-DIY. Namun pada 10 hari terakhir Maret kondisinya sudah jauh menurun,” terangnya.

BMKG bersama BNPB juga siap melakukan operasi modifikasi cuaca secara situasional jika diperlukan untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem yang membahayakan perjalanan mudik.

Kewaspadaan meningkat menyusul data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang mencatat tren bencana tahun 2026 mengalami peningkatan.

Kepala BNPB, Suharyanto, menyebut hingga awal Maret 2026 telah terjadi hampir 500 bencana di Indonesia, dengan 82 kejadian tercatat di Jawa Tengah, didominasi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

“Ancaman utama jelang Lebaran masih didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem,” ujarnya.

BNPB telah menyiapkan enam langkah strategis, mulai dari penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, penyebaran peta jalur mudik rawan bencana, aktivasi pos komando bersama, pengerahan personel di titik strategis, penyusunan rencana kontinjensi kawasan wisata, hingga kemungkinan operasi modifikasi cuaca.

BNPB juga mengandalkan aplikasi InaRISK yang terintegrasi dengan Kementerian PUPR, BMKG, TNI, dan Polri untuk pelaporan kejadian secara real time.

“Jika ada longsor atau hambatan akibat bencana, masyarakat bisa langsung melapor. Data terkirim cepat dan aparat bisa segera bergerak,” jelas Suharyanto.

Libur Idulfitri tahun ini diperkirakan berlangsung hampir dua pekan. Selain arus mudik dan balik, lonjakan wisatawan juga menjadi perhatian serius.

Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata agar mengatur kapasitas pengunjung dan sistem parkir secara tertib.

“Tempat-tempat wisata harus mengatur kapasitasnya dan parkirnya dengan baik. Ketika wisatawan datang ke Jawa Tengah, mereka benar-benar mendapatkan pelayanan terbaik dan tidak terjadi stagnasi akibat lonjakan pengunjung,” tegas Taj Yasin.

Dengan kombinasi kesiapan infrastruktur, mitigasi bencana, serta koordinasi lintas sektor yang intensif, Jawa Tengah berupaya memastikan musim mudik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi puluhan juta orang yang pulang kampung maupun berwisata.(HS)

Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Gencarkan Program Pangan Murah dan Speling

Hormati Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno, Pemerintah Instruksikan Pengibaran Bendera Setengah Tiang Selama 3 Hari