in

300 Siswa Madrasah Ikuti Olimpiade Tingkat Pulau Jawa di Malhikdua Brebes

 

HALO BREBES – Madrasah Aliyah (MA) Al Hikmah 2 Brebes, menggelar Olimpiade Malhikdua (Omada) tingkat Pulau Jawa. Ajang tahun ini merupakan kali kesembilan penyelenggaraan Omada.

Ribuan peserta ikut ambil bagian pada seleksi tahap awal, yang dilakukan secara daring pada 24 Januari 2024.

Untuk babak semi final, terpilih 300 siswa madrasah dari berbagai daerah di Pulau Jawa, yang berlomba secara luring di Pesantren Al Hikmah Dua, Sabtu (3/2/2024).

Ada lima bidang lomba dalam Omada IX, yaitu: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab Nahwu Shorof.

MTs N 1 Kebumen tampil sebagai Juara Umum karena membawa pulang Juara 1 pada bidang IPA, IPS, dan Bahasa Arab Nahwu Shorof.

Madrasah ini juga meraih Juara 3 pada bidang Bahasa Inggris dan IPA.

Ketua Majelis Pengasuh Al Hikmah 2, KH Sholahudin menegaskan sangat diperlukan tokoh-tokoh ahli sains dan ilmuwan, yang lahir dari kalangan umat Islam, khususnya pesantren.

Mereka disiapkan sebagai penerus cendekiawan muslim andal dalam bidang sains.

“Perlu muncul dan lahir sosok Ibnu Sina-Ibnu Sina dari kalangan umat Islam agar tidak kalah bersaing dengan negara-negara barat, khususnya di bidang sains dan terknologi,” ujarnya Kiai Sholah, panggilan akrabnya.

Hal senada disampaikan Kepala MA Al Hikmah 2, Ahmad Sulkhi Aziz. Dia berharap Omada IX dapat menggugah semangat para peserta didik SMP/MTs dalam mengekplorasi pengetahuan demi mewujudkan impian melahirkan generasi handal menuju Indonesia Emas.

“Omada IX mengangkat tema Eksplorasi Pengetahuan, Wujudkan Impian sebagai upaya dan usaha melahirkan generasi handal demi mewujudkan Indonesia Emas. Ini sesuai impian kita bersama pada tahun 2045 kelak,” ujar Sulkhi Aziz.

Selain kompetisi sains, Omada IX dineriahkan dengan Bazar Kuliner Kekinian, Gelar Karya dan Produk Siswa MA Al Hikmah 2, dan Pentas Seni. Ribuan peserta hadir, memadati tempat area perlombaan dan Bazar. (HS-08)

Awali Debat Pamungkas, Ganjar: Tuanku ya Rakyat, Jabatan Hanyalah Mandat

Kemenag Tingkatkan Kualitas Penilaian Buku Pendidikan Agama