HALO KENDAL – Forum Aspirasi Masyarakat Desa (FASMD) Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal kembali mendesak pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal untuk segera menyelesaikan kasus dugaan penjualan aset tanah kas desa yang diduga dilakukan oknum kepala desanya.
Hal itu disampaikan perwakilan FASMD Nolokerto, Parjo, usai bersama rekan-rekannya mendatangi kantor Kejari Kendal, Jumat (27/2/2026). Dijelaskan, kedatangan ke Kejari, untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangan penanganan kasus tersebut.
Kedatangan di Kejari bukan tanpa alasan, karena hingga saat ini (kurang lebih 2 tahun) mereka menunggu penyelesaian kasus yang diduga dilakukan Kepala Desa Nolokerto.
“Kedatangan kami kembali di kantor Kejaksaan Negeri Kendal adalah untuk menanyakan sejauh mana proses penanganan kasus dugaan penjualan aset di Desa Nolokerto, sekaligus mendorong agar segera terselesaikan. Karena kami sudah menunggu hingga dua tahun,” jelasnya ditemani Erwin, selaku pendamping.
Parjo mengatakan, dari pihak Kejari Kendal hanya memberikan jawaban, saat ini prosesnya sudah berada di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, dan FADMD diminta untuk bersabar.
Sementara Koordinator FASMD Nolokerto, M Mukhalim menyebut, FASMD bakal menggelar aksi dalam waktu dekat, menuntut supaya kasus kasus dugaan penjualan aset tanah kas Desa Nolokerto segera terselesaikan.
“Kami dari FASMD menuntut agar Kepala Desa Nolokerto segera ditetapkan sebagai tersangka dan dicopot dari jabatannya karena dianggap bertanggung jawab atas dugaan penjualan aset desa tersebut,” tandasnya.
Sementara, Anggota Komisi B DPRD Kendal, Muhammad Arif Abidin atau yang akrab disapa Kaji Arif, Politisi Partai Demokrat mengatakan, dirinya terus mengawal perjalanan kasus dugaaan penjualan aset tanah kas Desa Nolokerto, dan berharap, segera dapat terselesaikan dengan baik.
“Ya karena kejadian ini terjadi di wilayah daerah pemilihan saya, maka saya mengikuti perkembangannya. Harapanya, kasus ini bisa terselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga situasi di masyarakat Desa Nolokerto kembali kondusif,” ungkapnya.(HS)